Dokter di Blitar Meninggal Karena Covid-19, GTPP Kesulitan Tracing Pasien Almarhum

Share this :

Blitar, koranmemo.com  – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Blitar tancap gas. Pasca meninggalnya dr Sony P karena terpapar Covid-19, menggelar tracing dan swab kepada orang dekat almarhum.

Tapi apes. Tim kesulitan menelusuri siapa atau pasien yang berobat ke klinik almarhum. Penyebabnya tidak ada catatan pasien dalam buku register. “Iya kami kesulitan. Tetapi kami terus berusaha agar bisa menelusuri,” kata Hakim Sisworo, Sekretaris GTPP Covid-19 Kota Blitar, Kamis (30/7).

Hakim Sisworo menjelaskan timnya langsung turun ke tempat praktik yang berlokasi di Jalan Mawar, Kelurahan/Kecamatan Sukorejo. Tujuannya menelusuri pasien yang berobat sejak 14 hinggs 27 Juli.  Tetapi ternyata petugas hanya menemukan rekap jumlahnya saja. Sementara tempat tinggal tidak diketahui.

Mau tidak mau akhirnya mengumumkan ke medsos.

 “Isi pesannya terkait pengumuman bagi siapa saja warga yang pernah berobat di tempat praktik dokter SP di Jalan Mawar untuk segera diumumkan ke grup RT/RW atau grup lainnya,” jelasnya.

Dalam pengumuman itu, jika ada yang datang atau berobat diminta untuk ke Puskesmas Sukorejo. Selain itu warga bisa mengirim pesan melalui WA dengan format nama, NIK, alamat domisili serta nomor telepon.

Pihaknya mendeadline hingga Senin (3/8). Warga bisa segera menghubungi petugas puskesmas yang ditunjuk. “Nomor telepon petugas sudah disertakan. Bisa dihubungi. Ini untuk kebaikan bersama,” tambahnya.

Dikatakan, saat ini, pihaknya hanya bisa melacak atau tes swab  kepada keluarga. Dalam datanya setidaknya ada sembilan  kerabat dekat termasuk anggota keluarga yang menjalani swab test.
Untuk pengambilan swab dilakukan di rumah almarhum di Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo. Sementara keluarga isolasi mandiri guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Reporter Abdul Aziz Wahyudi

Editor Achmad Saichu