Doa 4 Tokoh Agama Awali Prosesi Larung Sesaji Kelud

Kediri, koranmemo.com – Nuansa sakral dibarengi asap dupa menggulung menyeruak diantara penonton dan tamu undangan, di Larung Sesaji Kelud 2019, di lapangan parkiran atas kawasan Wisata Kelud di Desa Sugih Waras Ngancar. Dengan sesaji lengkap dan  tumpeng gunungan setinggi dua meter dari masing-masing desa di Ngancar memberikan kesan mendalam dan semakin sakral.

Ini bentuk rasa syukur warga Ngancar dan Kediri kepada Yang Maha Kuasa dengan memelihara kearifan budaya lokal. Larung sesaji juga bertujuan membangkitkan semangat kebersamaan dan keguyuban masyarakat Ngancar.  Gelaran Larung Sesaji ini dilaksanakan Sabtu (14/9) diawali dari plataran parkir paling atas Gunung Kelud.

Sebelum tumpeng dikirab, paling depan adalah pemeran Dewi Kilisuci diiring dengan sejumlah dayang-dayang dengan menggenakan busana kejawen. Sesepuh Ngancar seperti Mbah Ronggo bersama Muspika Ngancar berada di barisan terdepan.

Doa-doa dan puja mantra dari empat tokoh agama mengiringi keberangkatan sebegrodo punggawa dan dayang menuju tempat larung sesaji dan tumpeng aneka buah, sayur, nasi, polo pendhem dan ingkung ayam dibawa serta ke lokasi yang sudah ditentukan. Sementara warga dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Ngancar melakukan persembahyangan saat kirab tumpeng melintas.

Adi Suwignyo Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten mengatakan agenda Larung Sesaji Festival Kelud ini merupakan bagian peristiwa budaya dan menarik perhatian wisatawan lokal ataupun mancanegara. Larung Sesaji ini sudah ada sejak tahun 2005 lalu dan menjadi agenda tetap Pemkab Kediri, Kecamatan Ngancar dan Pemerintah Desa Sugih Waras.

“ Peristiwa budaya ini harus semakin berkembang dan menarik dari tahun ke tahun dan  wisatawan yang berkunjung di Festival Kelud 2019 meningkat. Kita bersyukur bahwa kunjungan wisatawan ke Gunung Kelud meningkat setiap tahunya.Bahkan selama musim liburan lebaran tercatat 18.000 pengunjung,” jelasnya.

Sukemi Kepala Desa Sugih Waras Ngancar mengatakan larung sesaji merupakan bentuk rasa syukur atas berkah yang diberikan Yang Maha Kuasa kepada warga di Ngancar. Ini agenda rutin setiap tahun yang berkoordinasi dengan Pemkab Kediri. Larung Sesaji ini juga bagian nguri-nguri budoyo di bulan Suro ini.

“ Di prosesi larung sesaji juga ada pemeran Dewi Kilisuci dan kebetulan adalah warga Desa Sugih Waras dan pemeranya harus berpuasa terlebih dulu. Karena ini laku seorang yang memerankan Ratu Kediri yang bersejarah. Penunjukan sebagai pemeran ratu juga dipilih oleh sesepuh desa  sehingga tidak sembarangan memilih peran ratu Kediri,” ujarnya.(adv)

Reporter Bakti Wijayanto

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date