DLH Madiun Sebut Sampah Popok Bayi Bisa Picu Penyakit Kanker dan Stunting

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun menilai banyaknya sampah popok atau pampers bayi yang dibuang di sejumlah aliran sungai dapat menimbulkan dampak besar. Selain mencemari lingkungan dan salah satu faktor penyebab banjir, sampah tersebut dapat menyebabkan penyakit yang membahayakan seperti kanker dan stunting.

“Di dalam pampers ada gel yang mempunyai kandungan zat kimia,” kata Kepala DLH Kabupaten Madiun, Edy Bintardjo, Jumat (23/10).

Bahkan, zat kimia dalam pampers itu tidak bisa diurai. Hal ini bisa memicu kanker dan stunting, jika ikan yang terkontaminasi zat tersebut dimakan manusia.

Baca Juga: Antisipasi Banjir, BPBD dan PSDA Jatim Susur Sungai

Baca Juga: Makam Bocah Tenggelam di Kedung Cinet Dibongkar

“Misal satu ikan kecil memakan 5 partikel kimia dan ikan besar memakan 10 ikan kecil semakin lama bisa dibayangkan berapa banyak zat kimia yang masuk ketubuh,” ungkap Edy.

Pihaknya berharap kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya. “Bank sampah di Kabupaten Madiun belum ada yang bisa untuk mengolah sampah Pampers. Kita akan membuat peraturan untuk penanganan tersendiri khusus pampers,” ujarnya.

Reporter Juremi
Editor Achmad Saichu