DKI Terapkan PSBB, Pemudik di Kota Blitar Turun Drastis

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta berdampak pula di Kota Blitar. Jumlah pemudik yang tiba di Kota Blitar menurun drastis dibanding dengan sebelum penerapan PSBB.

Berdasar data Pusat Krisis atau Crisis Center Penanganan Covid-19 Kota Blitar rata-rata ada sekitar 40 pemudik yang tiba di terminal Patria dan Stasiun Blitar. Jumlah itu menurun dibanding dengan sebelum penerapan PSBB sekitar 300-400 pemudik per hari.

“Iya menurun. Penumpang atau pemudik yang tiba di stasiun dan angkutan umum hingga terminal,” kata Ketua Pusat Krisis Penanganan Covid-19 Hakim Sisworo, Kamis (16/4).

Dikatakan, pihaknya mendapat kendala yakni dalam hal pendataan atau pemudik yang menggunakan mobil pribadi. Untuk mengatasinya, akhirnya diputuskan untuk mengerahkan perangkat tingkat kelurahan hingga RT/RW. Pasalnya, perangkat itulah yang paling mengetahui kondisi di lapangan.

Sementara teknisnya, pelaporan pemudik yang datang itu berbasis online. Nanti pemudik yang tiba tanpa memanfaatkan angkutan umum akan didata langsung oleh RT atau RW. Setelah itu, data langsung dikirimkan ke kelurahan untuk dilakukan pendataan.

Ketika sudah ada laporan, diharapkan pemudik untuk isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Selanjutnya, tim kesehatan di lapangan bakal memantau perkembangan lebih lanjut.

Sedangkan pemudik yang menanfaatkan angkutan umum, sesuai dengan rencana awal, nantinya diarahkan tinggal sementara di tempat karantina dulu. “Di lokasi karantina akan dilakukan observasi. Ada juga untuk PMI (pekerja migran Indonesia) yang tidak terdata di Disnaker, juga ditarik di lokasi karantina,” tambahnya.

Dia memprediksi, jumlah pemudik akan meningkat mendekati Ramadan. Makanya, tim meminta masing-masing kelurahan untuk memantau secara ketat kedatangan para pemudik. “Data sementara yang masuk ke kami saat ini sudah ada 600 pemudik yang tiba di Kota Blitar,” pungkasnya.

Saat ini, Kota Blitar menyediakan tiga lokasi untuk tempat karantina bagi pemudik. Yakni di rumah susun 511 untuk pemudik yang tinggal di Kecamatan Sananwetan. Sementara pemudik yang tinggal di Kecamatan Kepanjenkidul ditempatkan di SMPN 3 Blitar dan pemudik Kecamatan Sukorejo di Gedung Kesenian di Jalan Kenari.

Reporter Abdul Aziz Wahyudi
Editor Achmad Saichu