Dituntut 5 Tahun, Pembawa Sabu Hanya Divonis 2 Tahun

Lamongan, koranmemo.com – Masih ingat perkara atas jaringan narkoba asal Surabaya, Dydyt Febrianto (31) pria asal Kelurahan Tembok Dukuh Kecamatan Bubutan yang ditangkap unit Reskoba Polres Lamongan di wilayah Kecamatan Laren, sekitar bulan Mei 2019 kedapatan membawa satu klip sabu sabu dengan berat 0,45 gram.?

Hakim PN Lamongan ternyata sangat-sangat lunak terhadap pengedar narkoba dengan hanya memvonis 2 tahun penjara. Putusan tersebut satu-satunya vonis yang sangat ringan. Pasalnya, dalam menentukan pertimbangan, tim majelis hakim yang dipimpin Agus Akhyudi, S.H.,M.H tidak menggunakan dasar dakwaan maupun tuntutan Penuntut Umum, namun berdasarkan fakta persidangan dikaitkan dengan rumusan kamar pidana Mahkamah Agung (MA)

Dalam persidangan sebelumnya, Dydyt didakwa oleh JPU Kejari Lamongan, Sri Septi Hariyanti, S.H dengan 2 Pasal. Pertama dengan Pasal 114 ayat (1), kemudian kedua dengan Pasal 112 ayat (1). Alasan JPU menerapkan Pasal 114 ayat (1) jika terdakwa tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, mejadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika.

Kemudian, untuk Pasal 112 ayat (1) Penuntut Umum beralasan bahwa terdakwa tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan 1 bukan tanaman, yang dilakukan terdakwa. Untuk selanjutnya, dalam tuntutan, terdakwa dituntut pidana penjara selama 5 tahun dan denda Rp 800 juta subsidair 2 (dua) bulan penjara.

Terpisah, Humas Pengadilan Negeri Lamongan, Agusty Hadi Widarto, S.H dikonfirmasi terkait putusan dalam perkara Dydyt Febrianto yang digelar hari ini, Kamis (5/9) dengan agenda pembacaan putusan, mengatakan bahwa perkara tersebut diputus oleh majelis hakim selama 2 tahun. Menurutnya, selain beberapa pertimbangan, juga dikaitkan dengan rumusan kamar pidana MA.

Jadi, tambahnya, walaupun dalam dakwaan tidak diterapkan Pasal 127 namun dalam faktanya tidak hanya membeli untuk dipakainya sendiri dan barang bukti juga hanya nol sekian. Dan itu hanya sedikit. “Selain itu adanya pertimbangan lain yakni terdakwa tidak pernah dihukum,” ungkap Gusty.

Diketahui, Dydyt diringkus oleh Satreskoba Polres Lamongan di awal bulan suci Ramadan. Petugas menduga kuat saat itu pelaku akan melakukan transaksi sabu sabu kepada pelanggannya di Desa masuk Kecamatan Laren. “Tersangka ditangkap saat nongkrong di atas sepeda motor menunggu pelanggannya,” kata Kasat Reskoba Polres Lamongan, AKP Djoko Bisono.

Dia mengungkapkan, barang bukti yang diamankan dari penangkapan itu yakni satu klip sabu-sabu dengan berat 0,45 gram, satu buah handphone samsung J2, serta uang tunai hasil penjualan Rp 900 ribu, serta satu unit sepeda motor dengan nopol L 5108 RS untuk transportasi.

Reporter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date