Dituduh Selingkuh, Guru SD Diperas Oknum Wartawan

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Seorang oknum wartawan mingguan, Suhartono (40), duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Madiun setelah didakwa melakukan tindak pidana pemerasan, Selasa (30/10).

Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nuramin menyebutkan, terdakwa didakwa telah melakukan pemerasan terhadap korban, Yusriani, yang juga guru SDN Karangrejo I, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, atas tuduhan melakukan perselingkuhan.

Awalnya, terdakwa dan dua rekannya, Zaenul Arifin dan Rina Wijayanti yang juga wartawan koran mingguan, melihat Yusriani  mengendarai sepeda motor masuk ke hotel Surya Indah di Desa Kaibon, beriringan dengan laki-laki, pada 11 Agustus, lalu. Kemudian terdakwa memfoto kendaraan korban.

Seterusnya, terdakwa mendatangi sekolah dimana korban mengajar dan meminta uang Rp 10 juta dengan janji perselingkuhannya tidak akan dipublikasikan dan diganti dengan berita profil sekolah.

Padahal korban mengaku tidak selingkuh. Namun karena saat itu saksi korban tidak punya uang, terjadi tawar menawar dan disepakati sebesar Rp.3 juta.

Kemudian pada tanggal 27 Agustus, karena merasa terancam, korban memberikan uang sebesar Rp 700.000 dan diberi kwitansi dengan embel-embel sebagai uang muka pemuatan berita profil sekolah. Usai menerima uang dan akan keluar dari sekolah, terdakwa ditangkap polisi.

“Perbuatan terdakwa tersebut diancam pidana dalam pasal 368 (1) KUHP,” kata JPU Nuramin, di hadapan majelis hakim yang diketuai Edwin Yudhi Purwanto, dengan anggota M. Soberi dan M. Iqbal.

Atas dakwaan JPU, penasehat hukum terdakwa, Shinto, tidak akan mengajukan eksepsi.

Reporter Juremi

Editor Achmad Saichu