Dituduh Dukun Santet Rumah Dibakar di Blitar | Koran Memo

Informasi dan Berita Koran Memo Seputar Kediri Nganjuk Kertosono Pare Blitar Tulungagung Trenggalek Madiun | 

icon koran memo kediriTindakan anarkis ratusan orang tidak dikenal terjadi di wilayah hukum Polsek Wonotirto. Rumah milik Satir (83) warga Dusun Besole Desa Ngadipuro Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar, Senin (12/05) sekitar pukul 20.30 WIB dibakar massa yang beringas tersebut. Pembakaran dipicu isu pemilik rumah yang dituduh sebagai dukun santet.

Informasi yang berhasil dihimpun Memo, kejadian itu bermula ketika ada salah satu warga setempat yang sakit dan berobat kepada Satir. Warga memilih berobat ke tempat Satir karena selain sebagai petani, dia juga dikenal sebagai dukun.

Setelah beberapa kali berobat, ternyata kondisi warga tersebut tidak kunjung sembuh. Kondisi ini memancing emosi warga sekitar. Pada saat bersamaan, berhembus isu yang menuding Satir sebagai dukun santet.

Tiba-tiba Senin malam, ratusan orang tak dikenal datang dan langsung merusak rumah Satir. Aksi massa makin anarkis dan berujung pembakaran rumah. Dalam waktu sekejap, rumah dari kayu itu luluh lantak dimakan api. Beruntung, meski rumahnya hancur dibakar, Satir dan Wahyudi (22) cucunya yang tinggal di rumah itu selamat. Keduanya melarikan diri melalui pintu belakang rumah dan bergegas menuju ke Mapolsek Wonotirto.

Tetangga korban bernama Slamet (50) yang melihat peristiwa anarkis ini mengaku melihat ratusan orang yang tidak terlihat jelas wajahnya merusak dan membakar rumah korban. Karena massa beringas, warga sekitar tidak berani keluar rumah.

Sementara itu, aparat kepolisian dari Polsek Wonotirto dan Polres Blitar, yang mendapat laporan segera datang ke lokasi kejadian. Namun petugas tidak bisa berbuat banyak, karena massa yang mengamuk sudah meninggalkan lokasi. Sedangkan rumah korban sudah dalam kondisi hancur total. Api padam dengan sendirinya sekitar  3 jam kemudian. Setelah api padam, polisi langsung memasang garis polisi dan mengamankan lokasi dengan menerjunkan ratusan personil gabungan.

Kapolres Blitar, AKBP Indarto saat dikonfirmasi melalui ponselnya, mengatakan jika hingga kini peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan. “Beberapa saksi yang mengetahui peristiwa ini, termasik korban sudah diperiksa. Untuk pencegahan, anggota saya perintahkan untuk melakukan pengamanan pada titik rawan, melakukan patroli serta melakukan koordinasi bersama tokoh agama, tokoh masyarakat setempat,” ujar AKBP Indarto. (gung)

Follow Untuk Berita Up to Date