Ditinggal Lihat Karnaval, Warung Sate di Blitar Terbakar

Blitar, koranmemo.com – Warung sate milik Turmudi (56) di Desa Togogan Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar terbakar, Minggu (8/9) sekitar pukul 00.30 WIB. Diduga karena korsleting listrik. Akibatnya pemilik warung rugi hingga Rp 150 juta.

Informasi yang dihimpun, warung sate itu terbakar pertama kali diketahui oleh Sodik (35) warga sekitar warung. Sodik yang rumahnya tidak jauh dari tempat kejadian melihat kepulan asap keluar dari warung Turmudi. Kemudian dia beranjak dari rumahnya untuk memastikan kebakaran itu, ternyata api sudah semakin membesar membakar warung.

Sodik yang meminta bantuan pada warga, sebisa mungkin memadamkan api dengan alat seadanya. Karena api semakin membesar, warga lainnya langsung melapor ke Polsek Srengat dan petugas pemadam kebakaran.

“Setelah mobil pemadam kebakaran sampai di lokasi, tidak lama langsung padam. Beruntung tidak sampai merembet ke bangunan rumah di samping tempat kejadian,” terang Ipda Wahyu Jatmiko Kasubbag Humas Polres Blitar Kota.

Wahyu menambahkan, saat peristiwa kebakaran terjadi warung sate dalam kondisi kosong. Anak pemilik warung dan tiga pembantunya yang biasanya tidur di tempat itu sedang tidak berada di tempat.

Karena, saat Sabtu (7/9) sore mereka pergi ke Desa Juwet Kecamatan Wates Kabupaten Kediri untuk melihat karnaval. “Mereka dan pemilik warung sedang tidak di rumah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tambah Wahyu Jatmiko.

Peristiwa kebakaran itu membuat perabotan di dalam warung ludes. Polisi memperkirakan nilai kerugian akibat kebakaran mencapai Rp 150 juta. Sementara untuk penyebab kebakaran diperkirakan dari korsleting listrik.

“Dugaannya akibat korsleting arus listrik, tapi kami masih menyelidikinya,” tandas Wahyu Jatmiko.

Reporter Zayyin Multazam Sukri

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date