Ditemukan Cacing Hati pada Hewan Kurban

Trenggalek, koranmemo.com – Puluhan petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek diterjunkan untuk memastikan kelayakan daging hewan kurban sebelum didistribusikan ke masyarakat, Rabu (22/8). Dalam inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan di 14 kecamatan di Kabupaten Trenggalek, petugas menemukan adanya cacing hati pada hewan kurban. Temuan cacing hati pada hewan kurban itu mendominasi hingga 80 persen.

Dwi Astarini, Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek mengatakan, temuan cacing hati pada hewan kurban itu selanjutnya diafkir agar tidak terdistribusi kepada masyarakat. “Langkah yang kami lakukan saat di lokasi, organ (hati,red) itu langsung diafkir agar tidak terdistribusi kepada masyarakat. Kemudian kami kubur,” ujarnya kepada koranmemo.com.

Temuan cacing hati pada hewan kurban, lanjut Dwi bukan hal yang baru terjadi di Kabupaten Trenggalek. Problema itu masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus segera dituntaskan. Namun untuk merealisasikan itu perlu kinerja berkesinambungan.

”Faktor utamanya adalah masih kurangnya kesadaran masyarakat pentingnya pengobatan cacing secara rutin. Pengobatan mandiri oleh peternak yang tidak rutin membuat cacing menjadi kebal,” imbuhnya.

Dwi menyebut, dalam pemeriksaan postmortem yang dilakukan sebanyak 75 petugas yang terbagi dalam 17 tim itu mayoritas temuan cacing hati mendominasi. Sebelumnya petugas juga melakukan antermotem dalam sidak yang dilakukan di sejumlah pedagang hewan kurban hingga pasar hewan.

 “Secara menyeluruh memang hasil laporannya belum kami rekap. Namun dari pemeriksaan di beberapa wilayah (titik pemotongan hewam,red) yang kami periksa tadi temuan cacing hati mendominasi hingga 80 persen. Mungkin besok sudah selesai direkap, karena ini petugas banyak yang masih di lapangan,” kata Dwi.

Untuk menanggulangi cacing hati pada hewan ternak itu, pihaknya sudah melakukan langkah Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang helminthiasis dan melanjutkan program pengobatan cacing hati dengan cara menambah jumlah serta wilayahnya. “Sebenarnya banyak faktor. Diantaranya adalah rumput yang diberikan pada hewan sudah mengandung cacing. Karena waktu ngarit pagi atau sore saat matahari belum naik atau sudah tenggelam,” jelasnya.

Selain menemukan cacing hati pada hewan kurban, dalam pemeriksaan di titik-titik penyembelihan itu petugas juga menemukan adanya penyimpangan perlakukan kurang memperhatikan kesejahteraan pada hewan. Kondisi ini akan mempengaruhi kondisi daging hewan saat dikonsumsi.

 “Misal saat disembelih posisinya tidak nyaman. Lalu saat menurunkan hewan dari mobil tidak ada pijakan yang dapat mencederai (patah,red) pada kaki hewan. Jelas, tidak memperhatikan kesejahteraan pada hewan kurban akan mempengaruhi dagingnya, misal daging alot,” pungkasnya.
Reporter Angga Prasetya
Editor Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date