Ditemukan Benda Kuno di Trenggalek, Era Dua Dinasti China Masa Kerajaan Majapahit

Share this :

Trenggalek, koranmemo.com – Benda kuno yang diperkirakan pada era Dinasti Ming dan Dinasti Tang ditemukan di Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek. Peninggalan benda sejarah dua dinasti china yang diperkirakan pada masa Kerajaan Majapahit itu ditemukan di areal persawahan milik warga. Pertama kali, benda kuno itu ditemukan di lahan sawah yang digarap oleh Sukarni, Warga RT 14/RW 05 Dusun Jatigambang Desa Gayam Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek.

Joko Irianto, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek mengatakan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menindaklanjuti adanya temuan benda kuno yang diperkirakan berumur ratusan tahun silam. Koordinasi itu termasuk menjaga kelestarian benda kuno di lokasi agar tidak dijamah tangan tidak bertanggung.

“Kami sudah datangi lokasi dan kami akan segera laporkan kepada Bupati, Kemudian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jatim, Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta dan BPCB Trowulan Mojokerto,” jelasnya, Senin (28/1).

Beberapa benda kuno seperti mangkok, uang kepeng, hingga cupu lanjut Joko diperkirakan era Dinasti Ming dan Finasti Tang. Penafsiran itu berdasarkan hasil analisa lapangan benda kuno tersebut, seperti ciri-ciri warna dan beberapa ukiran khas pada benda kuno tersebut.

“Penemuannya antara lain, cucup kendi, tembikar, mangkok, kemudian ada uang keping. Ada sekitar 50 uang keping masih lengket. Melihat ciri-ciri fisiknya diperkirakan era Dinasti Ming dan Tang pada masa Majapahit dulu. Mungkin mereka mempunyai hubungan diplomatik saat itu,” bebernya.

Namun belum diketahui secara pasti melalui jalur mana benda kuno era dua Dinasti China itu dapat berada di Kecamatan Panggul. Namun berdasarkan historis, Kecamatan Panggul dulunya adalah pusat kota di masa penjajahan Kolonial Belanda. Kondisi ini terlihat berdasarkan bangunan sejarah yang masih menghiasi Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek.

“Prediksi kami mungkin dibawa saudagar melalui jalur laut. Namun untuk pastinya menunggu keterangan dari tim (arkeolog dan BPCB,red),” imbuhnya.

Yang menarik dari temuan itu adalah untuk pertama kalinya benda kuno dari dua Dinasti China ditemukan di Kabupaten Trenggalek. Apalagi benda kuno itu diperkirakan pada masa Kerajaan Majapahit abad ke 15 atau sekitar 1400 silam. Benda kuno yang sebelumnya ditemukan warga sekitar lainnya seperti beberapa arca saat ini tersimpan di rumah milik pengelola lahan.

“Ini sangat menarik. Karena sepengetahuan saya, di sepanjang Selatan Pesisir Jawa belum pernah ditemukan barang-barang keramik China,” kata Agus Prasmono Kepala Seksi (Kasi) Pelestarian Tradisi Sejarah dan Cagar Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek.

Namun berdasarkan cerita yang dia ketahui, di Kecamatan Panggul pada zaman Kolonial Belanda diyakini merupakan sebuah perkampungan multietnis, yaitu perpaduan antara penduduk lokal, Belanda hingga penduduk China yang diyakini pernah berada di sana.

“Di situ dulu ada kehidupan, dan bisa disimpulkan itu multi etnis. Ini didukung dengan penemuan benda lainnya seperti batu lumpang kuno yang jumlahnya lebih dari tiga dan beberapa benda kuno lainnya. Penduduk lokal tidak mungkin saat itu mempunyai barang seperti keramik china,” kata Agus.

Saat ini pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar tentang pentingnya menjaga benda cagar budaya sembari menunggu tim dari BPCB Trowulan dan Balar Yogyakarta. Nantinya tidak menutup kemungkinan di Kecamatan Panggul akan dibangun museum desa untuk menyimpan benda-benda temuan bersejarah.

“Nanti akan ada penelitian. Hasil penelitian apakah akan diekskavasi dan lain sebagainya, nanti nunggu dari tim. Yang jelas kami bersama warga sekitar akan menjaga barang itu agar tidak sampai dirusak,” katanya sembari menyebut sebelum dilaporkan dinas terdapat beberapa benda kuno telah dijual warga sekitar.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu