Ditawarkan Via Twitter, Prostitusi Online Marak di Ponorogo

Share this :

Ponorogo, koranmemo.com – Bisnis prostitusi online di areal Kabupaten Ponorogo berhasil diungkap jajaran Polres Ponorogo. Satu mucikari berhasil ditangkap dalam kasus ini, Kamis (24/1). Terbongkarnya kasus ini, berawal dari penggerebekan yang dilakukan petugas Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Ponorogo, dari sebuah kamar Nomor 120 di Hotel Amaris Kota Ponorogo, Rabu (23/1) sore.

Dari penggerebekan tersebut petugas berhasil mengamankan seorang wanita berinisial AN alias Mischa (23) warga Magetan, dan seorang laki-laki berinisial T (43) tengah melakukan hubungan seksual di dalam kamar tersebut.

Setelah diselidiki, Mischa merupakan wanita panggilan yang dipesan T melalui via Twitter, yang dikelola oleh mucikari JH alias Konze (29) warga Kota Madiun. Sang mucikari JH ditangkap petugas saat menjemput Mischa di Ponorogo dan kini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kapolres Ponorogo AKBP Radiant mengatakan, dalam aksinya mucikari JH menawarkan wanitanya melalui akun Twiter @Babe_Modern, dengan cara memasang foto-foto bugil dan seksi wanita-wanitanya. ” Semua transksi melalui akun Twiter dan pembayaran menggunakan transfer yang sebelumnya di DP dulu,” ujarnya.

Radiant mengungkapkan, bisnis esek-esek online ini sendiri baru dijalani selama 3 bulan, dengan total member wanita dua orang. Dalam transaksinya JH mematok harga Rp 5 juta untuk 12 jam kencan. Dengan pembagian Rp 3 juta untuk sang wanita dan Rp 2 juta untuk JH. Begitu pun Misca yang memiliki akun twitter @Misscha_96 ini juga ditawarkan dengan harga yang sama.” JH mucikari ini menawarkan wanita panggilan ini dengan harga Rp 5 juta untuk 12 jam. Termasuk Mischa dengan akun @Misscha_96,”ungkapnya.

Dalam kasus ini petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa baju dalam wanita, alat kontrasepsi, sejumlah kartu ATM , dan bukti transfer Mischa senilai Rp 500 ribu yang dilakukan T pada 23 Januari lalu. Akibat perbuatanya mucikari JH terancam hukuman 6 tahun penjara. Lantaran akan dijerat dengan pasal 45 ayat (1) Jo pasal 27 ayat (1) Undang Undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transfer Elektronik (ITE), dan pasal 296 KUHP jo pasal 506 KUHP tentang prostitusi.

Reporter Zainul Rohman

Editor Achmad Saichu