Disperindag Kabupaten Blitar Gelar Bimtek Perangi Rokok Ilegal

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Pemkab Blitar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan intens untuk memerangi peredaran rokok ilegal alias tanpa cukai. Pasalnya mengedarkan rokok ┬ábodong bisa merugikan negara.

Nah atas dasar itulah, Disperindag menggelar bimbingan teknis atau bimtek pemberantasan pita cukai ilegal. Bimtek yang dipusatkan di Ruang Perdana kompleks Kantor Bupati Blitar yang lama di Jalan S Supriyadi diikuti sedikitnya 40 peserta. Mereka berasal dari perwakilan kecamatan hingga Satpol PP. Bimtek juga menghadirkan atau menggandeng Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Blitar.

Kepala Disperindag Kabupaten Blitar Tavip Wiyono mengatakan satu yang menjadi tujuan utama bimtek agar pihak atau instansi di kecamatan dan Satpol PP mengetahui modus peredaran rokok tanpa cukai. Pasalnya seiring dengan berkembangnya zaman, oknum perusahaan nakal melakukan apa saja demi mengeruk keuntungan. Salah satunya memproduksi rokok tanpa dilengkapi cukai resmi. “Muaranya tetap kembali jangan sampai para penegak perda ini lengah. Karena banyak cara untuk mengelabui agar rokoknya laku di pasaran. Padahal rokoknya tanpa dilengkapi cukai resmi,” kata Tavip, Kamis (30/7).

Tavip berharap dengan adanya bimtek setidaknya peredaran rokok ilegal bisa ditekan. Dan yang lebih penting lagi, peserta bisa mengetahui jenis-jenis rokok ilegal. Selanjutnya bisa memberitahu kepada warga yang lain. “Bimtek ini sudah menjadi agenda rutin kami. Kami juga menggandeng bea cukai karena lembaga inilah yang lebih tahu juga soal pita cukai,” kata pria berkacamata ini.

Di lain pihak, Kepala Seksi Penindakan KBPBC Tipe Madya Pabean C Blitar M. Ayub Yanuar Pribadi mengatakan ada beberapa jenis peredaran rokok ilegal. Dia mencontohkan seperti rokok polos tanpa dilengkapi cukai sama sekali. Ada juga roko bercukai tapi peruntukannya salah. Ini untuk mengelabui agar tidak terkena biaya banyak. Contohnya rokok sigaret kretek mesin tetapi cukainya menggunakan rokok sigaret tangan. “Karena cukai rokok sigaret tangan ini lebih murah. Makanya ini modus untuk mengeruk keuntungan,” katanya.

Pihaknya berharap dengan adanya bimtek peserta bisa memahami modus-modus anyar peredaran rokok ilegal. (Advkmf)

Reporter Abdul Aziz Wahyudi

Editor Achmad Saichu