Disnaker Kesulitan Melacak PMI yang Pulang Lewat Jalur Laut

Tulungagung, koranmemo.com – Pemerintah tidak melarang Pekerja Migran Indonesia (PMI) pulang kampung. Namun mereka disarankan pulang lewat jalur udara karena kode penerbangan membuat pemerintah mudah melacak. Sedangkan, PMI yang lewat jalur laut akan sulit dipantau sehingga dikhawatirkan mereka membawa virus corona dari luar negeri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung, Yumar, menegaskan pihaknya tidak melarang PMI pulang kampung. Namun, pihaknya meminta PMI menjadwalkan ulang kepulangan demi keselamatan keluarga. Jika terpaksa harus pulang, mereka diminta melalui jalur udara.”Kalau lewat udara, kita sudah kerjasama dengan otoritas bandara. Seperti halnya tadi malam ada 2 PMI Malayasia pulang, akan tetapi melalui jalur udara yang kemudian di jemput Satgas Penanggulangan Provinsi Jatim,” ujarnya, Rabu (8/4).

Yumar mengatakan, PMI yang tercatat nomor penerbangannya akan diawasi dengan prosedur kesehatan. Jika PMI pulang lewat jalur laut, Satgas akan kesulitan melacak kepulangan maupun keberadaan warga dari luar negeri tersebut.

“Beberapa PMI susah dilacak, karena tidak ada penerbangan jadi beberapa lewat laut sehingga kami untuk antisipasi bersama tim satgas melakukan pencegatan di area perbatasan. Kami sudah berupaya, supaya kondisi tulungagung, tidak semakin parah. Kalau PMI sekarang lewat bandara di tangani Satgas Provinsi, lengkap disitu, sehingga setelah masuk dibandara dilakukan rapid test. Tapi pulang, harus dikawal karena termauk ODP,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yumar mencontohkan kepulangan 2 PMI yang dilakukan penjemputan oleh Satgas Covid-19 Tulungagung pada Selasa (7/4). Kemudian satgas melakukan observasi terhadap PMI itu. Setelah dipastikan sehat, mereka diantarkan pulang ke rumahnya masing – masing.

“Rombongan ini terdiri dari beberapa warga Kediri, Trenggalek, Blitar, dan Lamongan. Dari rombongan ini, ada 2 PMI berasal dari Tulungagung, mereka langsung kami antar ke rumahnya di Kecamatan Kalidawir dan Kecamatan Kedungwaru,” terangnya.

Kabupaten Tulungagung menjadi salah satu daerah penyumbang PMI terbesar di Jawa Timur. Menjelang mudik lebaran, Disnakertrans Kabupaten Tulungagung mencatat sedikitnya 1000 PMI pulang kampung. Situasi pandemi corona, pemerintah setempat meminta PMI bertahan di negara tempat mereka bekerja untuk sementara waktu.

“Barangkali bisa diundur kepulangannya, menunggu situasi covid-19 ini selesai dulu. Mungkin di negara lain seperti Hongkong atau Taiwan disana sudah mereda wabahnya, kalau di Indonesia ini sedang ramai-ramainya. Maka, untuk kebaikan semuanya menahan sebentar saja niat untuk pulang kampung,” tandas Yumar.

Reporter Zayyin multazam sukri

Editor Achmad Saichu