Diserang DB, Dinkes Gelar Fogging

Lamongankoranmemo.com –Wabah penyakit demam berdarah (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegipty rupanya tak boleh dianggap remeh, penderita yang dinyatakan positif demam berdarah lambat laun semakin bertambah. Menurut data yang diterima, RA (11) warga Dusun Kacangan Desa Dukuhagung Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan, menjadi korban nyamuk mematikan tersebut. Tak ayal, pelaksanaan fogging di lima Dusun di Desa Dukuhagung hari ini digeber oleh Dinas Kesehatan.

Sementara, Kades Dukuhagung Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan, Ra’is membenarkan jika salah satu warganya positif terjangkit demam berdarah (DBD). Diketahuinya informasi itu atas dasar surat dari Rumah Sakit Muhamadiyah (RSM) yang menyatakan positif terjangkit demam berdarah.Menanggapai kondisi tersebut, tambah Ra’is, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Puskesmas untuk dilakukan Fogging Fokus di Dusun Kacangan. Bersamaan dengan itu, atas permintaan warga di Dusun lain, maka Fogging dengan cara swadaya juga dilakukan diantaranya Dusun Dukuh, Lenjer, Tinaro, Mojoranu.

Dari swadaya itu, dalam tiap rumah diwajibkan mengeluarkan biaya Rp 10 ribu. “Memang ada fogging fokus (gratis) di Dusun Kacangan. Untuk Dusun lain itu swadaya, yang pelaksanaanya bersamaan hari ini juga,” terang Kades Dukuhagung Kecamatan Tikung, Ra’is, Senin (28/1).

Sementara, koordinator pelaksanaan fogging dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, Nawi mengatakan bahwa Fogging ini permintaan dari masyarakat. Selain ada fogging fokus, di Desa ini ada fogging swadaya. “Ada fogging fokus 100 rumah (gratis). Dan swadaya, biayanya Rp 8 ribu/rumah,” jelas Nawi polos.

Ditambahkannya, untuk harga obatnya Rp 250 ribu/liter. Dia memperkirakan, dalam satu dusun bisa menghabiskan sekitar 6 – 7 liter dengan 5 petugas fogging. “Sebenarnya tidak bayar, tapi untuk solar dan obatnya sudah pasrah saya ya segitu biayanya Rp 8 ribu/rumah,” tandasnya.

Reporter Fariz fahyu
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date