Disdag Pemkot Surabaya Akan Sidak ke Pusat Mall, Ada Apa?

Share this :

Surabaya, koranmemo.com – Sosialisasi memberikan edukasi kepada masyarakat tentang peraturan larangan penjualan pakaian impor bekas, Dinas Perdagangan (Disdag) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengkumpulkan para pedagang untuk diberikan pemahaman dan pembinaan.

“Upaya tersebut sebagai komitmen Pemkot Surabaya dalam menerapkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 51 tahun 2015, tentang larangan penjualan pakaian impor bekas. Sebelumnya,  telah lakukan sidak ke beberapa lokasi penjualan pakaian impor bekas. Kemudian sosialisasi ini sudah tahapan kedua, karena beberapa minggu kemarin itu kita sudah turun ke lapangan. Jadi, bisa mengidentifikasi mana pedagang yang jualan pakaian impor bekas tersebut,” sebut Kepala Disdag Pemkot Surabaya, Wiwiek Widayati, Sabtu (21/9/2019).

Disampaikan, sebanyak 55 pedagang pakaian impor bekas menghadiri kegiatan sosialisasi. Mereka merupakan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa menggelar dagangannya di beberapa wilayah Surabaya. Seperti kawasan Jalan Gembong, dan Tugu Pahlawan. “Jadi kami sudah bertemu dengan mereka para pedagang yang memang melakukan kegiatan perdagangan barang dilarang,” tuturnya kepada koranmemo.com.

Dikatakan, selain memberikan sosialisasi, pihaknya pun mengaku terus melakukan identifikasi dan memetakan lokasi yang biasa dilakukan perdagangan pakaian impor bekas. Sehingga, kedepannya akan melakukan sidak ke Mall dan pusat perbelanjaan. “Ya namanya perdagangan, itu pintunya bisa masuk ke mana saja kan, oleh karena itu kami akan turun ke pusat-pusat Mall, serta toko modern,” jelasnya.

Wiwiek menuturkan, sanksi yang diterapkan kepada pedagang pakaian impor bekas itu bahwa, sesuai ketentuan yang ada, jika sudah dilakukan sosialisasi, lalu namun pedagang tersebut masih tetap berjualan pakaian dilarang, maka tentunya dengan tegas akan diberikan sanksi. “Prosesnya ini kan kami sudah pernah sosialisasikan, nanti begitu ketika turun sidak masih ada menemukan, pastinya ada sanksi yang kami tegakkan,” tegasnya.

Reporter M Fauzi
Editor Irwan Maftuhin