Sambut Positif Wujudkan Olahraga Tradisional

Share this :

Kediri, koranmemo.com –  Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga saat ini gencar menginstruksikan untuk menghidupkan olahraga tradisional di daerah-daerah. Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Kediri serta Dinas Pendidikan Kota Kediri menanggapi positif hal tersebut.

Nur Muhyar, Kepala Disbudparpora Kota Kediri mengungkapkan, pihaknya akan menghidupkan olah raga tradisional dengan menggelar event tahunan mulai 2017. Khusus untuk pelajar, event ini akan digelar usai ujian semester satu. “Olahraga tradisional tersebut meliputi dagongan, gobak sodor, dan krawjang. Tapi untuk sementara yang diterapkan dua dahulu, dagongan dan gobak sodor,” ungkap Nur.

Nur Muhyar menambahkan, olahraga dagongan yakni seperti mendorong bambu dilakukan oleh murid laki-laki sedangkan gobak sodor dilakukan oleh murid perempuan. “Dua olahraga tradisional itu dipilih karena olahraga tersebut sudah sering dipertandingkan di tingkat provinsi,” ujarnya.

Disbudparpora sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan karena sasaran utama yakni pelajar tingkat sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah atas (SMA). Akan tetapi untuk mengawalinya akan difokuskan pada SD dahulu. “Karena olahraga tradisional ini cenderung bersifat permainan atau sekedar selingan dalam berolah raga agar tidak jenuh selain olahraga prestasi,” ujarnya.

Terpisah, Siswanto, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri mengatakan, pihaknya sangat setuju dengan wacana tersebut. Menurutnya pendidikan bukan hanya akademisi saja, akan tetapi skill dan seni juga perlu dikembangkan. “Jadi olahraga tradisional tersebut perlu diadakan lagi agar anak tidak individualis atau bersosialisasi dengan teman lainnya melalui olahraga tradisional tersebut,” pungkas Siswanto. (dha)