Dinkop UMTK Kota Kediri Dorong Kampung Dalem Menuju Kampung Wisata

Share this :

Kediri, Koranmemo.com- Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Dinkop UMTK) Kota Kediri, Jawa Timur, mendorong Kelurahan Kampung Dalem, Kecamatan Kota Kediri, menjadi kampung wisata.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Dinkop UMTK) Kota Kediri, Drs Kristianto, ketika mengatakan, pihaknya sangat mendorong Kelurahan Kampung Dalem menuju kampung wisata. “Kami sangat mendukung dan mensupport, karena di antara empat cluster tersebut di dalamnya ada cluster wira usaha sehingga kami ikut bertanggung jawab,” katanya.
Ditegaskan, dukungan yang diberikan kepada kelurahan tersebut berupa pelatihan dan pemberdayaan. “Ya, kita support dengan pelatihan dan pemberdayaan,” tuturnya serius.

       Seperti diketahui program kampung wisata di Kelurahan Kampung Dalem ini dirancang dengan menggunakan sistem cluster, yakni dengan cara mengelompokkan potensi masyarakat berdasarkan wilayah tempat tinggal.

Kelurahan Kampung Dalem memiliki 4 RW (Rukun Warga) dengan potensi yang berbeda, sehingga Kelurahan Kampung Dalem dibagi menjadi 4 cluster yang disesuaikan dengan potensi yang dimiliki masing-masing RW. Seperti RW 01 berpotensi budaya, maka dipotensikan menjadi Kampung Budaya. Karena masyarakat RW 01 mengembangkan seni lokal berupa reog, hadrah dan jaranan. Di kelompok ini terdapat makam Sunan Geseng yang dijadikan wisata religi sekaligus sebagai pusat upacara adat masyarakat Kampungdalem, seperti upacara Gerebeg Suro.

RW 02 dipotensikan sebagai kampung ramah anak. Ikon tersebut didasarkan pada program warga RW 02 dalam perlindungan perempuan dan anak, karena saat ini RT 03 dan RT 04 telah menjalankan program mematikan TV pada jam belajar masyarakat, yaitu mulai jam 16.00 – 19.00 WIB. Serta merokok di luar rumah bagi orangtua yang merokok.
RW 03 dijadikan kampung wira usaha, karena didasarkan pada lokasi RT 03 yang berdekatan dengan fasilitas publik seperti alun-alun Kota Kediri, serta potensi masyarakat yang beragam dalam bidang UMKM, seperti usaha warung kopi, rumah makan, bengkel, salon, laundry, penginapan dan keberadaan paguyuban PK5 Alun-Alun.

Sedangkan RW 04 dijadikan kampung hijau, karena di lingkungan RW 04 ini terdapat potensi penghijauan bahkan telah mendapatkan berbagai penghargaan dalam bidang lingkungan hidup. Terdapat pula bank sampah yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat sekitar.(adv)

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.