Dinkop Bangkitkan Koperasi Non Aktif

Lamongan, koranmemo.com – Ada sekitar 206 koperasi dari jumlah total 1.248 dilakukan pembinaan terhadap struktural lantaran tidak aktif. Hal itu sebagai upaya Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Anang Taufik untuk meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi.

Anang menilai dari 206 koperasi tersebut tercatat sudah tidak aktif. Upaya pembinaan terhadap struktural koperasi tersebut diharapkan bisa membangkitkan manajemen koperasi sehingga bisa aktif dan beroperasi kembali. “Kami melakukan pembinaan dan memberikan fasilitas kepada mereka,” jelas Anang, Minggu (24/11).

Diantaranya, pembinaan penilaian kesehatan, fasilitasi Nomer Induk Koperasi (NIK), Fasilitasi Nomer Induk Berusaha (NIB), Fasilitasi pembinaan uji kompetensi (SKNNI) bagi pengurus dan manajer koperasi.

Anang juga menjelaskan, tanda koperasi tidak aktif diantaranya tidak memberikan laporan keuangan, tidak ada kegiatan usaha  koperasi dana serta tidak melaksanakan RAT 2 tahun berturut-turut.

“Selain pembinaan kita memberikan sanksi berupa surat teguran dan peringatan. Itu semua agar seluruh bangkit dan berkembang. Target di tahun 2020 seluruh koperasi 1.248 bisa aktif,” ungkap Anang.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Lamongan itu juga menegaskan  genarasi muda menjadi perhatian khusus dalam pembinaan semangat berkoperasi tersebut mengingat mereka merupakan generasi calon penerus terhadap keberlangsungan koperasi, khususnya di Kabupaten Lamongan.

“Bagaimanapun kondisi generasi muda saat ini menentukan massa depan perkoperasian. Makanya pembekalan atau pengetahuan terkait pentingnya koperasi sangat  penting bagi generasi muda,” ungkapnya.

Reporter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date