Dinkes Madiun Ingatkan Sekolah Tatap Muka Berisiko, Dinas Pendidikan Ngotot

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Madiun, menilai pembukaan kegiatan tatap muka di sekolah sangat berisiko, kendati Kota Madiun berstatus zona hijau.

“Pembukaan sistematik dengan tatap muka ini sangat berisiko bagi Kota Madiun,” kata Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Madiun Ismudoko, usai rapat koordinasi tertutup dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kota Madiun, Senin (29/6).

Karena itu, pihak Dinkes mengusulkan adanya pemetaan di setiap sekolah dengan mengisi google form yang diisi oleh masing-masing siswa dan guru pengajar yang bisa dijadikan sebagai salah satu acuan monitoring pemetaan.
“Kita lakukan koordinasi dulu dari masing-masing. Tapi kembali lagi untuk proses penyisiran seperti ini kita berharap ada kejujuran,” ujarnya.

Gambaran akan beberapa risiko yang akan dijabarkan di beberapa option (pilihan) di google form. Misalnya obesitas dan hipertensi yang diderita, akan ditanyakan disitu. Upaya ini sebagai output untuk peta kesehatan dan upaya untuk menjaga dirinya.

“Dengan itu nanti kita bisa melihat apakah ini termasuk berisiko atau tidak. Karena peserta didik yang tidak terbatas dari kota madiun saja, kita berupaya meluruskan agar tidak beresiko namun kalau tidak bisa diperbaiki lebih baik tidak mengadakan,” kritisnya.

Sementara, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Madiun Sri Marhaendra Datta ngotot tetap tatap muka walaupun tidak penuh. Sebab, telah disiapkan beberapa strategi baru akan diusung, proses pembelajaran yang tak akan sama seperti sebelum Covid-19.

“Paling tidak pertemuan dengan tatap muka ini sudah mengobati dari sekian lama anak-anak di rumah, tentu saja mereka juga sudah rindu untuk datang ke sekolah,” ujarnya.

Pihaknya juga akan menyiapkan peta kesehatan sesuai permintaan Dinkes. “Ada kesempatan zona hijau, kita maksimalkan yang ada. Kemudian kita juga menyiapkan terkait peta kesehatan dari setiap sekolah,” ujarnya.

Salah satu skema, yakni pembagian waktu tatap muka untuk Sekolah Dasar (SD). Misal,kelas 1, 2 ,3 dihari Senin, Selasa, Rabu. Kemudian hari Kamis, Jum’at, Sabtu untuk kelas besar 4, 5, 6.

Selain rapid test dan penyiapan sarana prasana kesehatan, tambahnya, setiap sekolah akan dibuat dua jalur masuk untuk pengecekan suhu.

Kendati demikian, pihaknya belum bisa memastikan kapan kegiatan tatap muka akan mulai dibuka. “Kapannya nanti akan kita sampaikan yang jelas kami lakukan pemetaan yang penting, akan ada pembahasan lagi ini tingkat awal,” tuturnya.

Reporter Juremi
Editor Achmad Saichu