Dini Hari Masuk ke Kamar Kos Perempuan Nyamar Pakai Jilbab, Digerebek Warga

Kediri, koranmemo.com – Tindakan remaja asal Kabupaten Kediri AF (18) laki-laki, terbilang cukup nekat. Karena, dia masuk ke tempat kos perempuan di salah satu tempat kos di Kelurahan Bandar Lor Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Senin (2/12) dini hari.

Dari informasi yang diperoleh Koranmemo.com, AF masuk ke tempat kos perempuan untuk bertemu ASB (18) perempuan, asal Kabupaten Tulungagung. AF tidak lain adalah kekasih ASB, mereka sudah cukup lama saling kenal sehingga AF nekat pergi ke tempat kos ASB.

Aksi mereka akhirnya diketahui warga setempat Warga pun melakukan penggerebekan. “Saat anggota melakukan patroli rutin, kami mendapat informasi melalui ketua RT dan Babinsa di Kelurahan Bandar Lor. Bahwa, warga melakukan penggerebekan tempat kos,” jelas Kabid Trantibumas Satpol PP Kota Kediri, Nur Khamid.

Dikatakan, penggerebekan dilakukan, karena warga merasa geram atas tindakan kedua remaja tersebut. Warga geram saat mengetahui ASB memberi izin laki-laki yang tidak lain AF untuk masuk ke tempat kosnya. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 01.30 WIB dan jelas bukan waktu untuk berkunjung.

Sekitar pukul 02.00 WIB, akhirnya warga memutuskan untuk melakukan penggerebekan. “Setelah warga melakukan penggerebekan, kedua remaja tersebut dibawa ke rumah ketua RT. Untuk menghindari amuk massa, proses pemeriksaan dilakukan di kantor Satpol PP sekaligus pendataan dan pembinaan lebih lanjut,” ujarnya.

Dari keterangan remaja tersebut, sambungnya, supaya aksinya tidak diketahui warga sekitar, AF melakukan penyamaran. Dia (AF) saat masuk ke tempat kos menggunakan kerudung (jilbab) dengan tujuan untuk mengelabui warga sekitar. Namun, usaha yang dilakukan sia-sia, karena AF dan ASB digerebek warga setelah AF berada di dalam kamar kos selama 30 menit.

Diduga, aksi nekat AF masuk ke tempat kos dan bertemu dengan ASB, diduga mengarah ke tindak asusila. Karena, AF melakukan penyamaran serta berkunjung saat dini hari. “Ada indikasi. Kami segera menghubungi pihak keluarga sehingga masing-masing keluarga mengetahui perilaku anaknya,” tegasnya.

Satpol PP menyayangkan tindakan AF dan ASB, lantaran kedua remaja ini selain masih berusia 18, mereka juga masih berstatus sebagai pelajar sekolah menengah atas (SMA) sederajat. Mereka duduk di bangku kelas XII, padahal sebentar lagi keduanya akan melaksanakan ujian kelulusan.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date