Dindik Ponorogo Patok Pagu Terlalu Tinggi, Banyak SMPN Tak Penuhi Target

Share this :

Ponorogo, koranmemo.com – Dinas Pendidikan Ponorogo tampaknya perlu mengkaji ulang penetapan pagu pada satuan belajar tingkat SMP tahun ini. Pasalnya pada Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) tahun ajaran 2020/2021 ini banyak SMP negeri yang tidak mampu memenuhi target pagu yang ditetapkan.

Dari data di Bidang Pengawasan SMP Dinas Pendidikan Ponorogo, dalam penerimaan siswa baru jalur zonasi sistem online yang berakhir pada, Rabu (24/6) kemarin, tidak hanya SMPN 3 dan SMPN 5 Ponorogo saja yang tidak mampu memenuhi target pagu yang ditetapkan Dindik. Namun 43 SMP Negeri lainnya juga tidak mampu memenuhi pagu siswa.

Hal ini dibenarkan oleh, Kepala Bidang (Kabid) pengawasan SMP Dindik Ponorogo Soiran. Dikatakan, faktor banyaknya sekolah negeri yang belum memenuhi pagu, dikarenakan target pagu yang ditetapkan Dindik Ponorogo terlalu tinggi.

Dimana Pagu di tahun ini 8.832 orang dati total 56 SMP negeri. Sedangkan lulusan SD tahun ini hanya berjumlah 10.200 siswa. Kendati telah berkurang 200 ketimbang tahun lalu untuk tingkat kelulusan SD, namun Dindik Ponorogo masih mematok target pagu sama dengan tahun lalu.

” Dari 56 SMP negeri, 46 SMP negeri tidak memenuhi pagu. Jadi target pagu kita tahun ini memang terlalu tinggi. walaupun dibandingkan dengan tahun yang lalu, lulusan SD itu sudah berkurang 200 sementara pagu kita masih tetap sama,” ujarnya, Kamis (25/6).

Soiran mengaku, tidak terpenuhinya pagu pada 46 SMP negerinya itu, selain target yang terlalu tinggi. Juga akibat banyak calon siswa yang memilih bersekolah di MTS dan sekolah swasta.

Berkaca dari kondisi ini pihaknya akan melakukan evaluasi besar-besaran.” Kemungkinan yang tidak melanjutkan ke SMP Negri Itu bisa ke MTs bisa ke skolah swasta ataupun kepondok. Ini akan menjadi bahan evaluasi untuk tahun berikutnya,” pungkasnya.

Reporter Zainul Rohman
Editor Achmad Saichu