Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar Sosialisasi Bentuk Koperasi

Share this :

Blitar, Koranmemo.com – Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar benar-benar all out kaitannya dengan pembinaan pelaku usaha kecil menengah atau UKM. Bukan hanya memberikan pelatihan dan diajak ke lapangan, tetapi juga mengawal hingga benar-benar berdaya.

Seperti yang digelar pada Selasa, (3/12) di Hotel Gita Puri. Dinas yang mengurusi masalah peternakan dan perikanan itu menggelar pembinaan kemampuan dan ketrampilan bagi tenaga kerja dan masyarakat tahun anggaran 2019.Wujudnya yakni dalam bentuk sosialisasi pembentukan koperasi bagi pelaku UKM yang kegiatannya dananya bersumber dari dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau atau DBHCHT.

Menurut Kepala Bidang Budidaya dan Peternakan, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Indriawan Wicaksono bahwasanya kegiatan tersebut lanjutan. Artinya, rangkaian lanjutan kegiatan yang sebelumnya digelar oleh dinasnya. Ada setidaknya 60 peserta yang mengikuti sosialisasi. Mereka berasal dari pelaku UKM yang sebelumnya mengikuti berbagai kegiatan yang digelar oleh dinas peternakan dan perikanan.

“Jadi peserta yang mengikuti sosialisasi ini sebelumyaa sudah pernah menjadi peserta bimbingan teknis (bimtek). Untuk bimtek sendiri beberapa waktu lalu, pesertanya sampai 120 orang. Kami boyong ke BPP Batu untuk mengenal lebih jauh tentang produk bahan asal hewan,” katanya.

Sebanyak 120 peserta tersebut terbagi menjadi dua yakni 60 peserta untuk kelompok yang berkutat pada olahan susu, sementara sisanya untuk olahan daging. Sebanyak 60 peserta itu dibagi menjadi empat angkatan. Selanjutnya setelah diberi bimbingan teknis dan disaring lagi. Kemudian dibagi lagi untuk 30 peserta kelompok susu dan 30 untuk olahan daging.

“Untuk kelompok susu beberapa waktu lalu kami ajak ke Bogor tepatnya di Cinagara untuk mengetahui secara langsung soal susu. Istilahnya studi banding. Sementara untuk 30 peserta olahan daging, beberapa waktu lalu kami boyong ke Boyolali kami studi banding ke pengolahan produk berbahan baku daging. Yakni olahan abon di Rojo Koyo dan Alang-Alang Tambah Subur,” katanya lagi.

Indriawan melanjutkan, sebagai tindaklanjutnya, dinas kembali mengundang untuk mengikuti sosialisasi tentang pembentukan koperasi di Gita Puri. “Jadi kami kawal hingga peserta benar-benar berdaya. Ini sebagai bentuk kepedulian dari dinas peternakan dan perikanan kepada pelaku UKM. Bukan hanya diberi bimbingan teknis dan studi banding tetapi juga diajak untuk bersama-sama membentuk koperasi,” tambah pria ramah ini.

Ada harapan mulia di balik sosialisasi pembentukan koperasi itu. Harapannya para peserta atau pelaku UKM semakin mudah dalam usahanya. Termasuk di antaranya memudahkan ketika nantinya mendapatkan bantuan dari pemerintah. Karena salah satu syarat mendapat bantuan harus berbadan hokum. “Jika peserta UKM bisa atau tergabung menjadi koperasi, semakin mudah dan legal. Selain itu pelaku UKM juga bisa berkembang,” katanya lagi.

Sementara itu, ada dua narasumber yang dihadirkan di acara yang dibuka pukul 08.00. Narasumber pertama yakni dari Trisakti Malang dan Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Blitar, Tutik Komariati yang juga asisten ekonomi dan pembangunan Kabupaten Blitar. Dalam kesempatan itu juga sudah terbentuk koperasi yakni Produk Olahan Sejahtera. (advertorial dinas komunikasi dan informatika kabupaten blitar)

Reporter Abdul Aziz Wahyudi
Editor Achmad Saichu