Dinas Perkim Nganjuk Bakal Ajak Warga Terdampak Pembangunan Trotoar Berembuk

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Nganjuk akan mengajak masyarakat terdampak pembangunan proyek trotoar Jalan Ahmad Yani untuk kembali berembuk.

“Soal warga terdampak karena aktivitas keseharian dan bisnisnya terganggu, kami dari tim masih akan membicarakan,” ujar Suharono Kepala Dinas Perkim, saat ditemui, Selasa (6/10) di kantornya.

Suharono juga menyebutkan, pembangunan akan tetap dilanjutkan sesuai dengan rencana awal dan tidak ada pengubahan desain. etelah rapat internal, Perkim akan mengadakan musyawarah dengan masyarakat sekitar proyek.

Dalam proses musyawarah, Perkim akan menampung aspirasi dari masyarakat, sekaligus Perkim akan sampaikan program proyek ini secara gamblang. “Kami lakukan untuk mencari titik temu,”tambahnya.

Baca Juga: Menanggapi SE Kemenkes, Penetapan Harga Swab Test Tertinggi Rp 900 Ribu

Yanto, yang rumahnya terdampak mengaku dirugikan. Kendaraannya yang parkir di dalam garasi dan belum lagi armada bus pariwisata yang dia miliki akan sulit untuk masuk atau keluar. “Kalau ditutup dengan trotoar kendaraan saya harus lewat mana, jalan alternatif lewat belakang rumah juga tidak memungkinkan,” kata Yanto.

Yanto mengaku akan tetap memaksakan kendaraan miliknya melewati trotoar yang rencananya akan dibangun seperti jalan Malioboro itu. Mengingat, akses ke belakang rumah tidak memungkinkan lantaran terlalu sempit, sehingga harus membeli tanah tetangga agar bisa muat dilalui kendaraan besar.

Baca Juga: Warga Tolak Bangunan Sekolah Jadi Shelter Covid-19

“Kalau tetap dipaksakan dibangun, saya juga akan memaksa kendaraan saya melewati trotoar itu. Apalagi sebelumnya tidak pernah ada sosialisasi. Kenapa tiba-tiba sudah ada pembangunan seperti ini. Jelas ini rakyat yang dirugikan,” tandasnya.

Reporter: Inna Dewi Fatimah
Editor: Della Cahaya