Dilaporkan Polisi, Ini yang Dilakukan Dokter Pemilik FB

Sidoarjo, koranmemo.com – Pemilik akun Facebook Heru Dwi, Sabtu (21/10/2017) mendatangi kantor DPC PDIP Kabupaten Sidoarjo di jalan Jati. Dengan didampingi kuasa hukumnya, pemilik nama asli Heru Dwiantoro tersebut beritikad baik untuk meminta maaf atas perbuatan dugaan ujaran Hate Speech yang dilakukannya.

Heru diketahui sebagai warga Desa Pekauman Kec. Sidoarjo ini sempat mengunggah postingan status di FB-nya yang diduga ujaran kebencian, “Gus Iful diusung oleh partai penista agama”.

Dari acuan beberapa screenshotpostingan tersebut, Ketua DPC PDIP, Tito Pradopo, didampingi biro hukum beserta pengurus harian lainnya mengadukan perbuatan Heru  ke Mapolresta Sidoarjo pada hari Rabu, (18/10/2017) lalu.

“Iya saya terlalu mengikuti isu Jakarta. Saya khilaf dan meminta maaf kepada semua masyarakat, khususnya kepada kader dan pengurus PDI Perjuangan,” ujar pemilik akun Dwi Heru saat berada di kantor DPC PDIP.

Permintaan maaf itu disampaikan Heru Dwi secara langsung di depan Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Sidoarjo, Tito Pradopo, didampingi Wakabid Program Kemasyarakatan, Kesehatan, Tenaga Kerja, Pemberdayaan Perempuan dan Anak DPD PDIP Jatim, Hari Putri Lestari serta jajaran pengurus lainnya yang hadir.

PDIP juga meminta kepada Dokter spesialis kandungan yang bertugas di RSUD Sidoarjo ini mengaktifkan kembali akun facebook pribadi miliknya yang saat ini sudah di non aktifkan itu agar menulis permohonan maaf atas kesalahan yang dilakukannya.

“Sebetulnya setelah kasus ini, saya sudah tidak boleh lagi oleh isteri saya untuk bermain facebook. Tapi kalau diminta untuk meminta maaf di akun saya itu, saya akan bersedia melakukannya,” tutur Heru Dwi.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Sidoarjo, Tito Pradopo menyatakan, yang bersangkutan (Heru Dwi, Red) sudah meminta maaf secara pribadi dengan para pengurus partai yang dipimpinnya sebelum gelar konferensi media.

Pihaknya, lanjut pria yang akrab disapa Bung Tito ini,  juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.  “Heru Dwi juga menulis pernyataan secara tertulis dan isinya tidak akan mengulangi perbuatan dan poin-poin lainnya. Dia menyadari perbuatan yang dilakukan adalah salah,” tandasnya.

Hari Putri Lestari mewakili DPD PDIP Jatim menambahkan, apa yang dilakukan oleh Heru Dwi ada unsur kesengajaan. Tari menduga melakukan hal itu karena yang bersangkutan tidak mengenal atau tahu apa dan siapa sebenarnya PDI Perjuangan itu.

“Karena yang bersangkutan sudah meminta maaf dengan dikuatkan pernyataan, maka kasus ini tidak dilanjut. Yang bersangkutan sudah mengaku salah dalam bersosmed,” paparnya.

Makanya sebagai permintaan maaf yang diinginkan oleh partainya, tak hanya meminta maaf secara umum di media seperti media cetak, online dan media elektronik, yang diketahui para pembaca setianya.

“Kami juga berharap di akun pribadi Facebook Heru Dwi juga dilakukan permintaan maaf. Jadi dari permintaan maaf itu diketahui oleh teman dan lainnya yang diikuti oleh yang bersangkutan. Heru harus mengakui perbuatan yang dilakukan adalah salah, dan meminta maaf atas perbuatan yang dilakukan,” harapnya.

Dikatakan, dalam bermain dunia sosmed atau dunia maya semua pihak harus mengetahui kalau imbasnya sangat luar biasa atau luas, termasuk yang dilakukan oleh Heru Dwi kepada partainya.

Yang jelas anggota PDIP mayoritas beragama islam. Nah, sangat tidak benar dan bahkan tidak akan mungkin PDIP menistakan agama. “Masak kami menistakan agama sendiri. Itu tidak akan mungkin. Di PDIP juga ada sayap partai yang melibatkan para kyai,” pungkasnya.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor: Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.