Dikpora Inginkan Percepatan Kesejahteraan Guru Honorer Naik

 

Trenggalek, koranmemo.com – Pahlawan tanpa tanda jasa begitu kira-kira para guru dikenal atas jasa-jasanya yang tidak pernah lelah dalam mendidik dan membentuk moral bangsa. Sayangnya besarnya jasa para guru tak sesuai dengan apresiasi yang mereka dapat. Kesejahteraan para guru kerap dikesampingkan.

Malah para buruh yang kesejahteraannya terus saja diperhatikan. Padahal peranan para guru begitu besar untuk bangsa. Tanpa guru rasanya sulit menemukan sosok-sosok hebat yang mampu memimpin bangsanya dengan baik.

Keprihatinan atas jasa guru tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Pemuda Dan Oleh Raga (Dikpora) Kabupaten Trenggalek Ganif Trianto. Menurutnya saat ini yang perlu dilakukan perbaikan adalah melakukan percepatan kesejahteraan terutama terhadap para guru honorer.

“Untuk Trenggalek sendiri memang sudah berjalan gaji guru honorer yang diambilkan dari APBD tetapi itu hanya yang masuk dalam kriteria yang sudah ditetapkan,” ungkapnya.

Selama ini guru honorer bukan hanya di SD tetapi semua jenjang sering terkendala terhadap status mereka yang membuat kesejahteraannya juga terabaikan. Ada yang setiap bulan guru menerima gaji hanya Rp 150 ribu – Rp 400 ribu saja, kadang juga tergantung kebijakan sekolah, disinilah keprihatinan itu timbul.

“Sementara perihal gaji, untuk para guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) cukup mengalami perbaikan. Sementara untuk guru honorer kerap terabaikan,” tandasnya.

Untuk itu Ganif berharap pemerintah pusat juga memperhatikan kesejahteraan para guru honorer. Biar bagaimanapun, peran mereka juga cukup vital dalam membentuk karakter bangsa yang cerdas dan bermoral. Apalagi saat ini tenaga guru di trenggalek memang bisa di katakan kekurangan, mungkin setidaknya yang ada dulu dimaksimalkan melalui kesejahteraanya.

Gaji guru dalam beberapa tahun kemarin ada perbaikan, tapi untuk guru honorer memang masih di bawah standar. Mungkin misalnya dalam 5 tahun ada 70 persen guru honorer diangkat menjadi PNS atau setidaknya ada pemerataan agar tidak berat sebelah, dirasa sangat membantu memaksimalkan kinerja guru juga.

“Kadang ketika melihat di sosmed banyak yang mengatakan siapa suruh menjadi guru cari kerjaan lain saja. Disini bukan masalah kerja atau tidak. Tetapi tentang kesadaran tanggung jawab untuk mendidik dan mencerdaskan generasi penerus bangsa,” pungkasnya

Reporter : Rudi Yuniriyanto

Editor : Hamzah Abdillah

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.