Dikendalikan dari Lapas, Anggota Jaringan Narkoba Internasional Diringkus

Jakarta, koranmemo.com – Polda Metro Jakarta berhasil meringkus dua anggota jaringan narkoba internasional. Jaringan yang mempekerjakan anak di bawah umur ini  dikendalikan narapidana (napi) yang masih berada di dalam Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) kelas 1 Cipinang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono dalam press release yang diterima redaksi koranmemo.com mengungkapkan, dua anggota jaringan narkoba internasional adalah RS (17) dan Andri Saputra Napi Lapas Klas I Cipinang) ditahan dalam perkara Money Laundry. Dikatakan, kepada petugas, tersangka Andri  mengakui telah mendapat perintah dari seorang warganegara Nigeria Paul untuk mengambil paket berisi narkoba selanjutnya menunggu perintah lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa kasus ini terungkap berkat informasi dari masyarakat, selanjutnya Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan kurang lebih selama 1,5 bulan.

“Setelah kami dapat informasi adanya pengiriman pil ekstasi dari Perancis ke Indonesia. kita langsung lakukan penyelidikan dan identifikasi datangnya barang itu kapan, dan menggunakan apa. Rencananya barang itu akan diedarkan di Jakarta,” katanya, Jumat (20/7/2018).

Ia menerangkan, ribuan butir barang haram itu disembunyikan dalam sebuah paket yang berisi pakaian anak. “Jadi paket itu dilem atau dilakban. Seolah-olah ini adalah bungkus saja, dan untuk kamuflase berikutnya adalah (ekstasi-red) dibungkus dengan pakaian anak. Jadi kalau dibuka bungkusnya adalah baju anak,” tuturnya.

Dikatakan peristiwa penangkapan ini terjadi Jumat 13 Mei 2018 sekitar pukul 17.20 WIB, d idepan Rumah Makan Gudeg Pejompongan yg beralamat di Jl. Bendungan Hilir Raya G II/15 Kel.  Bendungan Hilir,  Kec. Tanah Abang,  Jakarta Pusat.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita barang dari Negara Nigeria, yaitu : satu bungkus paket berisi satu buah tas di dalamnya terdapat empat plastik berisikan 2.915 butir pil Ekstasi

Hasil pemeriksaan Pus Labfor Mabes Polri terhadap barang bukti tersebut diatas seluruhnya positif mengandung Zat MDMA.

Dikatakan, tersangka ada dikenakan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Thn 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana maximal seumur hidup atau hukuman mati.

Editor:Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date