Dijanjikan Masuk PNS, Rp 450 Juta Amblas

Blitar, koranmemo.com – Apes dialami Yulyati (45), warga Bogangin Basru Kelurahan Kedurus Kecamatan Karangpilang Kota Surabaya, harus kehilangan uangnya sebesar Rp 450 juta setelah tertipu dua orang yang mengaku bisa menjanjikan anaknya menjadi PNS di Kabupaten Blitar. Kedua orang yang dilaporkan ini bernama Sodik (59) warga Jalan Simpang Kepulauan Seribu Kecamatan Sanan Wetan Kota Blitar dan Mardiyanto (59) warga Perumda G.25 Jalan Sodono Sukirjo Kelurahan Keniten Kecamatan Kota Kabupaten Ponorogo.Kini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.

“Laporan korban kini sudah dalam penyelidikan pihak Unit Reskrim,  korban dalam laporanya mnenyertakan beberapa bendel  kuitansi dan bukti transfer dari Bank BRI, degan total kerugian Rp 450 juta,” jelas Baur Subag Humas Polres Blitar Kota, Brig.Pol. Djoko Pramusinto, Kamis (20/7).

Awal peristiwa penipuan ketika korban Yuliani berada di rumah terlapor,  sekitar tanggal 14 September 2014 silam. Kedatanganya korban di rumah terlapor, karena Sodig menjanjikan bisa memasukan anak korban untuk menjadi PNS di Kabupaten Blitar.Akhirnya korban Yuliayati tergiur.  Kemudian,  terlapor meminta uang sebesar Rp 200 juta sebagai uang pelicin masuk PNS.

Ternyata Sodig bekerja sama dengan oknum PNS yang  dinas di Ponorogo, karena setelahnya  korban Yuliani menyerahakan uang muka sebesar Rp 200 juta, terlapor Sodig menghubungi korban melalui Ponsel guna  minta tamnbahan uang sebesar Rp 250 juta. Karena di janjikan SK PNS anak korban segera turun, dan di kirm kepada Mardiyanto (59), yang dinas sebagai PNS di Kabupaten Ponorogo, melalui  rekening  Mardiyanto sendiri .

“Atas lapoiran itu, pihak Reskrim masih melakukan penyelidikan, dan memeriksa saksi-saksi dan barang bukti. Sebelum dilaporkan  korban sering menagih kepada ke dua terlapor, bahkan, Mardiyanto berjanji, bila tidak diterima jadi PNS, uangnya akan dikembalikan dua kali lipat. Karena sampai 3 tahun ditunggu, atas janji terlapor, akhirnya korban melapor ke Polres Blitar Kota, karena semuanya adalah penipuan,”  imbuh Joko .

Reporter: Arief Juli Prabowo

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.