Dihantam Pandemi Covid-19, Selo Park Tak Terurus

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Proyek 300 hektare Mega Wisata Selo Park Desa Perning Kecamatan Jatikalen Kabupaten Nganjuk terhenti. Hal tersebut disebabkan oleh Pandemi Covid-19 dan tempat wisata desa yang sangat luas tersebut sudah ditinggal mati oleh pemiliknya saat bulan Ramdan tahun ini.

 

Rita (30) penjaga Selo Park mengatakan, semua karyawan dari tempat wisata sudah lama dirumahkan dan tempat wisata mandek. Masih banyak tempat-tempat yang harusnya dalam proses renovasi tapi dibiarkan sementara ini mangkrak.

“Banyak sekali bangunan, spot foto dan wahana yang akan dibangun. Namun, terhambat pandemi dan pemilik sudah meninggal. Karena itu, untuk sementara segala aktivitas di tempat wisata dihentikan,” kata Rita.

 

Di Mega Wisata ini terlihat banyak sekali bangunan yang belum rampung dikerjakan. Seperti calon rumah makan, penginapan, spot foto, gazebo.

Wisata dengan wilayah destinasi terluas di wilayah Kabupaten Nganjuk ini, kini dibiarkan tebuka untuk umum. Masyarakat bebas keluar masuk lokasi wisata. Loket masuk tidak ada yang menjaga, palang pintu terbuka begitu saja.

 

Untuk diketauhi, sebelumnya Selo Park yang memiliki luas hingga 300 hektare ini menyajikan berbagai wahana, baik untuk dewasa, remaja dan anak- anak.

 

Dengan tiket yang sangat terjangkau Rp 10 ribu pengunjung sudah bisa masuk ke objak wisata terbesar di Nganjuk itu. Ribuan bunga yang ditanam berbagai warna memanjakan mata memandang, bunga- bunga yang ditata rapi pastinya akan membuat kita bahagia saat ditaman yang sejuk dihiasi pohon cemara.

 

Reporter Inna Dewi Fatimah

Editor Achmad Saichu