Dihadang, PT KAI Tetap Kosongkan Paksa Rumah Aset

Madiun, koranmemo.com – PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Daop VII Madiun mengosongkan paksa satu unit rumah aset kepemilikan PT KAI yang terletak di Jl. Sukokaryo Nomor 109 A, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Rabu (18/10).

Proses eksekusi sempat mendapat perlawanan dari penghuni rumah dan warga tergabung dalam Paguyuban Penghuni Rumah Negara (PPRN), dengan cara memblokade jalan masuk.  Warga menganggap, eksekusi menyalahi aturan secara sepihak.

“Ini menyalahi aturan. Sesuai Undang-undang dan peraturan rumah Negara, kebijakan ini setengah hati,” kata Dadang Afrianto yang menghuni rumah aset PT KAI tersebut.

Usai negoisasi yang alot, warga akhirnya membuka akses jalan. Pengosongan tetap dilakukan oleh PT. KAI. Satu per satu barang perabotan rumah tangga milik Dadang dikeluarkan dari dalam rumah dan dinaikkan ke dalam truk.

Sementara, Humas PT. KAI Daop VII Madiun, Suprianto mengatakan, rumah perusahaan PT. KAI tersebut berada di sertifikat hak pakai Nomor 41 tahun 1991 atas nama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan RI cq Perusahaan PT. KAI.

Menurutnya, sesuai dengan Undang-undang nomor 19/2003 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), diwajibkan mencari keuntungan. Sehingga PT. KAI, mengontrakkan asset tersebut kepada Dadang Afrianto. Namun Dadang enggan melakukan pembayaran kontrak, sehingga PT. KAI melakukan eksekusi pengosongan rumah.

“Deadline pembayaran kontrak pada tanggal 5 September 2017. Tapi penghuni tidak mau melakukan pembayaran. PT. KAI pun menganggap Dadang telah melanggar perjanjian kontrak pemanfaatan rumah perusahaan itu,”katanya.

Tak hanya ogah melakukan pembayaran, Dadang juga dianggap telah mempengaruhi penghuni aset lain untuk tidak membayar biaya sewa. juga, rumah tersebut dijadikan kantor. Padahal sesuai perjanjian, rumah aset perusahaan ini digunakan untuk tempat tinggal. “Terpaksa kita eksekusi untuk pengosongan rumah,”ujarnya.

Saat ini, lanjut Suprianto, di wilayah Kota Madiun terdapat sekitar 150 rumah aset PT. KAI. Dari angka tersebut, sedikitnya terdapat 8 rumah aset bermasalah. Seperti, menolak pembayaran kontrak. Namun, PT. KAI urung menertibkan lantaran saat ini masih dalam mediasi. Meski tak ada perlawanan dari pihak pengontrak, namun ratusan petugas gabungan dari PT. KAI, Kepolisian disiagakan untuk mengantisipasi adanya perlawanan.

Reporter: M Adi Saputra

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.