Dihadang 30 Orang dari Finance, Dihajar dan Pingsan

Share this :

Kediri, koranmemo.com — Saelan (44) warga RT 12/ RW 05 Dusun Kedegan Desa Wonoanti Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek, melaporkan Slamet (45) warga Jalan Yos Sudarso Kelurahan Karangwaru Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung ke Polres Kediri Kota, Jumat (22/2). Pasalnya, Saelan dianiaya terlapor, saat melintas di Kelurahan Kemasan Kecamatan Kediri Kota, Kamis (21/2) malam.

Kanit Pidum Polres Kediri Kota, Ipda Sarwo Edy mengatakan, petugas menerima laporan mengenai kasus penganiayaan, dan masih melakukan proses pemeriksaan berkas. “Sementara ini, kami masih melakukan pemeriksaan dan telaah. Laporan kami terima pada hari Kamis (21/2) malam, dan masih terus dikembangkan oleh petugas,” jelasnya, saat dikonfirmasi koranmemo.com.

Sementara itu, Purwoko, kuasa hukum pelapor menjelaskan, bahwa kliennya mendapat penganiayaan yang dilakukan oleh terlapor yang mengaku sebagai petugas dari salah satu perusahaan simpan pinjam. Namun, terlapor tidak menunjukkan surat tugas ataupun kartu anggota perusahaan tersebut. “Dari laporan kami, petugas menerbitkan surat LP dengan nomor LP/32/II/2019/Res. Kediri Kota,” tegasnya.

Setelah melaporkan kejadian penganiayaan, lanjut Purwoko, pihaknya kembali mendatangi Mapolres Kediri Kota untuk menanyakan proses lebih lanjut. Dari petugas, laporan tersebut masih dalam proses disposisi sehingga perlu waktu untuk tindak lanjut dari petugas. “Kalau berkas sudah lengkap, bukti visum juga sudah ada. Memang dalam penanganan kasus perlu waktu dan diagendakan hari Senin (25/2) akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” sahutnya.

Jika terkait masalah hutang piutang, sambung Purwoko, sudah diselesaikan secara baik – baik. Bahkan, sebelumnya sudah dilakukan mediasi di Polsek Karangrejo Kabupaten Tulungagung. Serta, pihak pelapor, pada hari Rabu (20/2), sudah membuat kesepakatan dengan terlapor untuk membayar biaya tarik mobil sebesar Rp 10 juta.

Menurut Purwoko, kejadian yang menimpa kliennya tersebut mengarah pada tindak pidana Pasal 368 tentang persekusi, dan Pasal 170 karena dilakukan secara beramai – ramai. Ia berharap, kasus ini ditangani sesuai dengan hukum yang berlaku, karena dinilai permasalahn utang – piutang sudah selesai saat dilakukan mediasi di Polsek Karangrejo.

Saelan menambahkan, saat kejadian berasama Arif (saudaranya), tiba – tiba dihadang oleh segerombolan orang yang mengaku sebagai petugas dari perusahaan simpan pinjam. Setelah dihadang, salah satu orang memukul kaca mobil dan meminta untuk membuka pintu. “Setelah saya buka kaca, spontan mereka membuka pintu dan menarik saya. Karena panik, saya mencoba mempertahankan kunci mobil,” tuturnya.

Dari pengakuan Saelan, orang yang menghadang mobil berjumlah sekitar 30 orang. Sempat Arif mencoba untuk melerai, namun justru terkena dorongan hingga jatuh pingsan. Dengan posisi tubuh ditahan beberapa orang, Saelan berteriak meminta tolong. Namun warga yang mengetahui kejadian tersebut tidak berani mendekat.

Setelah berusaha mempertahankan diri dan sempat terjadi tindakan pemaksaan, petugas keamanan mendatangi serta berusaha melerai. Atas kejadian tersebut, pelapor mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh. “Sempat dipukul, karena posisi saya ada yang mendekap dari belakang. Dari samping kanan dan kiri juga ditahan,” kata Saelan.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu