Digelontor Rp 1,93 M, Jadikan Kayutangan Wisata Heritage

Malang, koranmemo.com –  Pemerintah Kota Malang terus berupaya menjadikan kawasan Kayutangan sebagai koridor utama wisata heritage di Malang Raya.

Bahkan  pemerintah sudah mulai melakukan pekerjaan di beberapa area untuk dipercantik. Pengerjaan pun sudah mulai dilakukan dan ditarget rampung pada 2020 mendatang.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, pengerjaan koridor utama wisata heritage itu memang dimulai sejak tahun ini. Dimulai dengan penataan pedestrian terlebih dulu.
Kemudian akan dilanjutkan dengan revitalisasi secara besar-besaran untuk mempercantik area tersebut pada 2020 mendatang. “Sekarang sudah mulai ada pengerjaan, dan tahun depan akan dilanjutkan,” ungkapnya, Senin (4/6).

Sutiadji menjelaskan, kawasan Kayutangan akan mengalami perombakan. Salah satunya pemangkasan satu jalur untuk kemudian digunakan memperluas pedestrian. Sehingga, ke depan kawasan Kayutangan hanya untuk satu jalur saja.

Sementara itu, sejak beberapa hari terakhir tampak ada pengerjaan proyek di kawasan Jl. Basuki Rahmat. Papan proyek pekerjaan tampak dipasang tak jauh dari areal taman monumen Chairil Anwar.

Seperti yang disampaikan Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang, Didik Setyanto menyampaikan area tersebut sedang dalam proses pembangunan pedestrian.

Dalam Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Malang, pembangunan  area tersebut menelan anggaran sebesar Rp 1,93 Miliar.

“Kita sudah mulai melakukan pengerjaan dan saat ini sedang ada pengerjaan pedestrian,” imbuhnya.

Sebelumnya, penataan area tersebut terlebih dulu dilakukan dengan mempercantik area monumen Chairil Anwar.

Pengerjaan telah usai dilakukan pertengahan tahun ini dengan menelan anggaran Rp 166.561.000.  Saat ini, monumen tokoh ternama di Indonesia itu pun sudah tampak ditinggikan ketimbang sebelumnya. Begitu juga area taman yang terlihat lebih luas.

Reporter Arief juli prabowo

Follow Untuk Berita Up to Date