Diduga Terlibat Korupsi Benih Kedelai Rp 1,3 M, Asper KPH Madiun akan Diperiksa Kejari Ponorogo

Share this :

Ponorogo, koranmemo.com – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo terus mengembangkan kasus korupsi benih kedelai tahun 2017 dengan kerugian negara senilai Rp 1,3 miliar, yang sebelumnya telah menyeret sang broker Wanda Cristina ke jeruji besi.

Hal ini lantaran kejaksaan menemukan bukti baru dibalik kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) oknum pendamping LMDH Perum Perhutani Lawu DS, Lukman Fariqin (55) pada, Selasa (4/8) lalu. Dimana diketahui warga Jalan Mawar Kelurahan Nologaten Kecamatan Ponorogo ikut menerima aliran dana korupsi dari terpidana Wanda.

Tak hanya memanggil 15 kelompok LMDH untuk diperiksa, Penyidik juga berencana akan memanggil Asisten Perhutani (Asper) KPH Madiun untuk diperiksa terkait kasus ini.” Senin besok, Asper dipanggil untuk diperiksa, soal benih kedelai,” ujar salah satu staf di Kejari Ponorogo yang enggan disebutkan namanya, Minggu (13/9).

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Ponorogo Ahmad Affandi juga membenarkan hal ini. Ia mengaku selain menguatkan indikasi keterlibatan Lukman, pemanggilan sejumlah penanggung jawab Perum Perhutani di tingkat bawah itu, untuk mengungkap tuntas kasus ini.” Sementara ini sudah ada 15 LMDH yang kita panggil. Untuk mengungkap indikasi keterlibatan Lukman, dan menuntaskan kasus ini,” ungkapnya singkat.

Diketahui, usai resmi menjadi tersangka dalam kasus korupsi benih kedelai, Wanda Cristina di putus 1 tahun penjara oleh pengadilan Tipikor Surabaya, namun mengajukan banding. Sementara Lukman Fariqin di OTT Kejaksaan usai memeras ketua LMDH Wono Harjo Desa Suren Kecamatan Mlarak Sujono (54) hingga jutaan rupiah. Belakangan diketahui Lukman memerima dana korupsi Wanda. Hal ini berdasar dari ditemukanya sejumlah transaksi uang dari Wanda di rekening koran Lukman.

Reporter Zainul Rohman
Editor Achmad Saichu