Diduga Tercermar Limbah, Air Sungai di Desa Pojokrejo Bau Apek dan Berbuih 

Jombang, koranmemo.com – Diduga tercemar limbah pabrik,  air sungai berwarna kehitaman hingga muncul buih dan beraroma menyengat di saluran Dusun Gongseng Desa Pojokrejo Kecamatan Kesamben.

Pada penelusuran wartawan di lokasi, Kamis (21/11) pagi, saluran air yang berhimpitan disisi kanan dan kiri area persawahan ini menunjukkan warna kehitaman, serta dipermukaannya terlihat gumpalan buih-buih putih mirip busa, kalau dipandang dari kejauhan berwarna kecoklatan bercampur lumut berwarna hijau dan tercium bau apek yang menyengat dihidung.Terlihat dari arah barat, benar saja kondisi air sudah tak karuan, mirip dengan temuan yang sama dengan lokasi sebelumnya, meskipun warnanya agak kemerahan dan sama-sama persis berada di kanan dan kiri area persawahan warga. Namun di musim kemarau, saluran itu tetap terisi, hanya saja tak seperti air pada umumnya dan hampir sama dengan kondisi dilokasi sebelumnya tercium aroma menyengat.

“Kalau ini itu sudah bukan air lagi, tetapi limbah. Lagi pula kalau warga lewat kesini mesti tutup hidung, karena baunya menyengat meskipun ditutupi,” ucap Mad Dai salah seorang warga setempat saat ditemui wartawan di area pematang sawah.

Ia juga menunjukkan air yang berada di sungai tersebut, tentu tak bisa lagi dipakai untuk persawahannya sebab tak cocok untuk tanamannya. Jika di musim kemarau seperti sekarang ini, biasanya saluran itu jarang sekali teraliri air.

’”Sebenarnya sudah tidak ada airnya, tetapi karena di sana ada dam jadi mandek dan ngantong di sini. Kita tak tahu ini dari limbah atau bukan, tapi kalau dilihat alirannya itu dari sana dan di sana kan ada dua pabrik. Pastinya dari mana, air yang berbuih ini saya sendiri tak tahu,” terangnya sambil menunjuk arah barat.

Lebih lanjut Mad Dai menambah, selama sepengetahuan saat ini di ruas jalan jarang dilalui kendaran truk tangki, soalnya biasanya itu untuk mengangkut limbah. Kalau dilihat airnya sekarang dengan dahulu berbeda, sebab saluran ini masih bisa dipakai mengairi area persawahannya, tapi kalau sekarang sudah tidak bisa.

“Kadang itu ada yang bawa tangki dari Mojokerto, kata orang-orang buat tebu-tebu. Tetapi bukan tetes, kalau tetes kan kelihatan, parahnya itu jika waktu tidak hujan, semuanya bakal ngantong di dekat dam situ. Terkadang air itu untuk sawah, tapi kalau sudah seperti ini nggak ada yang mau diesel ke saluran itu, lebih baik pakai sumur bor,” keluhnya.

Sementara itu, Thonsom Pranggono, Camat Kesamben saat dikonfirmasi hal tersebut, ia mengaku selama ini belum mengetahui persis tercemarnya saluran itu, sebab belum melakukan pengecekan di lapangan. Namun, pihaknya berjanji akan melakukan koordinasi dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Jombang.

“Jadi kita akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait yakni DLH, apakah itu semacam limbah atau sebagainya, tapi kalau nanti sudah melihat kondisi di sana sekarang jelas sungai kondisinya tidak sehat. Apalagi melihat air sekarang di musim kemarau, terlepas untuk pertanian atau tidak, kemungkinan di bawahnya juga kena kena imbasnya. Itu berbahaya atau tidak, kita sendiri belum tahu dan segera dikoordinasikan ke DLH” pungkas Thonsom saat dikonfirmasi via seluler.

Reporter : Taufiqur Rachman

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date