Diduga Tahapan Ada Cacat Yuridis dalam Pembangunan Taman Nyawiji

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Proyek fisik pembangunan Taman Nyawiji di pusat kota Kabupaten Nganjuk terus menuai sorotan. Kali ini, sorotan datang dari LKHP (Lembaga Kajian Hukum dan Perburuhan) Indonesia, yang mempermasalahkan tahapan proyek hingga mendorong APH (aparat penegak hukum) segera bertindak.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk, Tri Wahju Koentjoro, mengungkapkan jika proses pengerjaan Taman Nyawiji nantinya dilakukan dalam tiga tahap pembangunan. Disampaikan, saat ini proses pengerjaan baru selesai sepertiga bagian.

“Rencananya (Taman Nyawiji) nanti dianggarkan sebesar Rp 15 miliar, dikerjakan selama tiga tahap pembangunan. Ini baru selesai tahap pertama dengan anggaran Rp 2,9 miliar,” ungkapnya.

Tri memaparkan, saat ini kondisi taman sudah selesai pembangunan tahap pertama. Menurutnya, ke depan nanti pada proses pengerjaan tahap selanjutnya akan melengkapi bangunan yang sudah ada saat ini.

“Pada tahap pengerjaan selanjutnya akan meneruskan bangunan taman yang sudah ada saat ini. Jadi, ketika selesai nantinya Taman Nyawiji akan terlihat bagus dan layak dijadikan ikon Kabupaten Nganjuk,” paparnya.

Baca Juga: Terkait Taman Nyawiji, Dewan Persilahkan Hearing

Sementara itu, Lembaga Kajian Hukum dan Perburuhan (LKHP) Indonesia, Wahju Prijo Djatmiko mengatakan, Proyek Taman Nyawiji yang menggunakan anggaran keuangan negara lewat APBD, sekarang ini sudah tahap final hand over  (FHO). Menurutnya, bila sudah fase penyerahan tahap kedua ini audit awal oleh BPK sudah bisa dilaksanakan.

“Dengan demikian tahapan administrasi (proses Lelang) dan Keperdataan (proses pelaksanaan serta pengawasan dan penyerahan) proyek tersebut sudah selesai,” tandasnya.

Wahju menduga dalam tahapan proyek pembangunan Taman Nyawiji ada cacat yuridis. Pihaknya berharap APH mulai meminta ahli Forensik Bangunan & Auditor BPK/BPKP untuk melakukan  Audit Investigatif.

“Dahulu pada media saya pernah menengarai  ada indikasi kuat dalam proses lelang proyek tersebut ada unsur  Perbuatan Melawan Hukum ( PMH) dengan dilanggarnya aturan-aturan yang sudah baku. Dari kondisi inilah saya menduga kuat ada unsur perbuatan koruptif yang berpotensi menimbulkan kerugian negara,” tegasnya.

Baca Juga: Kualitas Proyek Taman Nyawiji Nganjuk Disoal

Untuk diketahui, rekanan pemenang tender yang mengerjakan proyek fisik Taman Nyawiji yakni CV. Kurnia Jaya, dengan nilai pengajuan sebesar Rp 2,9 miliar, dari pagu yang ada sebesar Rp 3,4 miliar.

Rencananya, proyek pembangunan tahap dua akan dilanjutkan tahun ini dengan persiapan anggaran sebesar Rp 8 miliar. Namun, pembangunan tahap selanjutnya harus tertunda lantaran adanya refocusing akibat pandemi Covid-19.

Reporter: Andik Sukaca

Editor: Della Cahaya