Diduga Stres, Kakek Gantung Diri

Share this :

Pernah Bergabung Dengan Salah Satu Aliran Keagamaan.

Pacitan, Koran Memo – Diduga stres, seorang kakek renta bernama Sogimin, warga RT 02/RW 02, Dusun Sengon, Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, nekat mengakhiri hid‎upnya dengan cara gantung diri menggunakan seutas tali tampar.

Peristiwa yang sempat menggegerkan warga tersebut, terjadi pada Sabtu (23/5) kemarin, sekitar pukul 09.00 Wib. Sukarno, Kepala Desa Dersono, mengatakan, belum diketahui secara pasti penyebab aksi gantung diri yang dilakukan kakek 90 tahun tersebut. “Kami belum bisa memberikan keterangan, apa yang menyebabkan kakek tersebut nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri,” ujarnya.

Menurut cerita tetangga dekatnya, sebelum mengakhiri hidupnya, Sogimin memang terlihat seperti orang bingung. Beberapa warga menduga lelaki yang sudah uzur tersebut mengalami depresi.

Sukarno mengungkapkan, sebelumnya Sogimin dikabarkan pernah tinggal di Pacitan dan bergabung disalah satu aliran keagamaan, tidak diketahui secara pasti aliran apa yang diikuti oleh Sogimin.

Akan tetapi, setelah sekian lama menekuni aliran tersebut, membuatnya seperti seseorang yang hilang ingatan. “Akhirnya korban sama anak-anaknya dipulangkan kembali ke Dersono. Sejak saat itulah, kondisinya kian parah. Stres yang dialami korban semakin menjadi,” tuturnya.

Semasa hidupnya, korban dikenal sebagai sosok pencemburu. Diusianya yang sudah senja, Sogimin masih sempat mencemburui, Soginah, istrinya. Hampir setiap waktu, korban sering terlihat sedang cekcok dengan istrinya, gara-gara dibakar api cemburu. “Korban sempat mencemburui istrinya dengan lelaki lain,” ungkap Sukarno.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penyelidikan. Sedangkan jasad korban langsung diturunkan dan segera ‎dilakukan prosesi pemakaman. (yun).