Diduga Peras Penambang, Kades Gondang Dibui

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Dengan mimik santai, Wahyu Nurhadi (30) Kepala Desa (Kades) Gondang Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk, dikawal polisi bersenjata menuju tempat konferensi pers, halaman depan kantor Polres Nganjuk, Senin (16/12/2019).

Sebelumnya dia terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Unit Tipidkor Satreskrim Polres Nganjuk pada Jumat (13/12) sekitar pukul 14.00 WIB, di salah sebuah rumah makan ayam bakar Jalan Panglima Sudirman Kelurahan Mangundikaran Kecamatan/Kabupaten Nganjuk.

“Yang bersangkutan diduga melakukan pemerasan terhadap pengusaha tambang berkaitan dengan pengurusan permohonan sosialisasi kepada masyarakat,” beber AKBP Handono Subiakto Kapolres Nganjuk dalam konferensi pers.

Dalam OTT tersebut, lanjutnya, barang bukti yang diamankan amplop coklat berisikan uang tunai Rp 19,7 juta yang dimasukkan dalam kantong kresek hitam, dan selembar surat permohonan sosialisasi kepada Kades Gondang Kecamatan Pace.

Dijelaskan, berdasarkan informasi dari pengusaha tambang bahwa wilayah Desa Gondang Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk akan dilewati jalur pengangkutan hasil tambang dari Desa Genjeng Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk.

Dengan adanya hal tersebut pengusaha meminta izin Kades Gondang untuk melakukan sosialisasi terhadap masyarakat terdampak. Namun Kades Wahyu tidak mengizinkan untuk sosialisasi kalau tidak diberi kompensasi sebesar Rp 100 juta.

Setelah beberapa kali negosiasi, akhirnya disepakati dan dibayarkan dua kali masing-masing Rp 50 juta. Selanjutnya dibuatlah perjanjian untuk melakukan pertemuan pada Jumat (13/12/2019) usai salat Jumat di sebuah rumah makan wilayah Kecamatan Nganjuk.

“Pada saat utusan pengusaha tambang menyerahkan uang muka sebesar Rp 19,7 juta dalam amplop warna coklat dibungkus tas kresek warna hitam, oknum kades ini disergap dan dibawa ke mapolres, bersama barang bukti dan saksi,” pungkas Handono.

Reporter : Muji Hartono
Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date