Diduga Miliki Akta Cerai Ganda, Dipolisikan

Nganjuk, koranmemo.com – Rupanya, perseteruan antara Jarwono (55) warga Kelurahan Kartoharjo Kecamatan/Kabupaten Nganjuk dengan Lilik Imayati (47) warga Dusun Manyung Desa Bagor Kulon Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk, belum berakhir.

Setelah mengadukan pernikahan Lilik dan Jazuli (50) PNS warga Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk yang dianggap cacat hukum ke Kementrian Agama di Jakarta lantaran meng-klaim jika Lilik masih istri sahnya, Jarwono juga mengadukan Lilik ke Polres Nganjuk.

Dasarnya, Lilik diduga mempunyai akta cerai ganda. Satu akta cerai duplikat dan satu akta cerai asli. “Saat menikah dengan saya, Lilik mengaku surat cerainya hilang dan minta duplikat di Pengadilan Agama Nganjuk,” kata Jarwono saat ditemui koranmemo.com di kantor Polres Nganjuk, Senin (18/11/2019) siang.

Namun saat menikah dengan Jazuli, lanjut jarwono, yang digunakan adalah akta cerai asli. Dari sini Jarwono menduga jika Lilik memiliki akta cerai ganda untuk perbuatan melawan hukum. “Makanya saya adukan ke Polres Nganjuk. Biar polisi yang menangani,” tandasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Nganjuk, Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan membenarkan pihaknya menerima pengaduan itu. Langkah selanjutnya, pihaknya akan memanggil jarwono untuk klarifikasi.

“Secepatnya Jarwono sebagai penggadu akan kami mintai keterangan dan klarifikasi. Selanjutnya pihak yang diadukan juga akan kami mintai keterangan,” jelasnya.

Sekadar diketahui, niat Jarwono untuk mencatatkan pernikahannya dengan Lilik Imayati di Kantor Urusan Agama (KUA) batal setelah Lilik dipersunting oleh Jazuli dengan menikahi Lilik di KUA Kecamatan Bagor yang ijab kabulnya dilaksanakan pada Kamis (3/10/2019) lalu.

Padahal menurut Jarwono, Lilik masih istri sahnya karena setelah nikah siri belum pernah diceraikannya. Ketika hendak ijab kabul di KUA Kecamatan Nganjuk, ada satu persyaratan yang kurang yakni wali afdol tidak datang.

Selanjutnya dia diberi surat keterangan oleh pihak KUA Kecamatan Nganjuk jika sudah menikah namun tidak tercatat dalam registrasi.

“Surat keterangan ditandatangani oleh oleh Qomaruddin Kepala KUA Kecamatan Nganjuk tertanggal 30 September 2019. Surat ini untuk mengurus isbat nikah. Karena saya belum punya uang terpaksa saya tunda. Gak tahunya diserobot orang,” gerutu Jarwono saat itu.

Reporter : Muji Hartono

Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date