Diduga Lakukan Tindakan Tak Senonoh, Sepasang Kekasih Terjaring Razia

Kediri, koranmemo.com — Sepasang kekasih yang berada di salah satu warung Lebak Tumpang Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, terjaring razia petugas Satpol PP Kota Kediri, Kamis (12/9). Petugas menduga mereka melakukan tindakan tak senonoh di warung tersebut sehingga mereka dibawa ke Kantor Satpol PP untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kasi Trantibum Satpol PP Kota Kediri, Agus Dwi Ratmoko menjelaskan, petugas yang melakukan razia di warung lingkungan Lebak Tumpang berawal dari aduan masyarakat (Dumas). Setelah petugas melakukan pemeriksaan, ternyata ada pasangan muda-mudi yang berada di salah satu warung namun tempat duduk mereka cukup jauh dari tempat penjual.Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata kedua muda-mudi tersebut tidak membawa kartu identitas atau tanda pengenal lainnya. “Kami lakukan pemeriksaan, karena kalau dilihat mereka ini masih muda. Ternyata mereka tidak berstatus sebagai pelajar dan kami meminta mereka untuk menunjukan kartu identitas, tapi mereka tidak membawa,” ujarnya.

Untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, akhirnya kedua muda-mudi ini dibawa ke kantor Satpol PP Kota Kediri. Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas, kedua muda-mudi ini diketahui berinisial W (17) perempuan asal Desa Sumberejo Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri dengan Z (18) laki-laki asal Desa Bandung Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk.

Dari informasi yang diperoleh Koranmemo.com, permasalahan pasangan ini tidak hanya terkait identitas diri, namun saat petugas melakukan pemeriksaan kondisi celana perempuan tidak rapi. Posisi perempuan berada di depan laki-laki dan dirangkul dari belakang, serta kondisi resleting celana perempuan terbuka (perempuan sempat menarik resleting).

Akibat perbuatannya tersebut yang dinilai melakukan tindakan tak senonoh yang mengarah ke tindak asusila, petugas meminta kepada pasangan tersebut untuk menghubungi pihak keluarga masing-masing. “Ini dilakukan untuk melakukan koordinasi dengan keluarga mereka. Jika mengetahui duduk permaslahannya, pihak keluarga akan memberikan pengawasan lebih kepada pasangan ini,” ucapnya.

Menurut Agus, meskipun siang hari, lokasi tersebut memang rawan untuk disalahgunakan, karena deretan warung yang ada di sana cukup sepi. Petugas memberikan imbauan kepada pemilik warung, supaya lebih memperhatikan pengunjung. Selain itu, petugas akan berkoordinasi dengan pemilik warung terkait jam operasional, jika sampai malam harus ada lampu penerangan.

Ini dilakukan, untuk mengantisipasi dan meminimalisir tindak kejahatan lainnya selain tindak asusila. “Kalau lokasinya sepi dan tidak dilengkapi dengan lampu penerangan, juga akan mengundang pihak lain untuk melakukan tindak kejahatan. Misalnya pemalakan atau perampasan barang berharga,” imbuhnya.

Sementara itu, Z mengaku pergi ke warung hanya untuk membeli minuman dan bersantai dengan W. Hubungan mereka adalah pasangan kekasih yang sudah berjalan selama tiga tahun terakhir. Pihak keluarga masing-masing juga sudah kenal satu sama lain, Z juga mengaku ingin segera menikahi W, namun W masih belum siap.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor :  Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date