Diduga Keracunan Mie, Orangtua dan Murid SDN Pucang 1 Sidoarjo Dirawat

Sidoarjo, koranmemo.com – Selang infus masih menempel di tangan MDH, (12), Warga Desa Ngaban, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Senin (28/10/2019). Salah satu murid kelas 6 SDN Pucang 1 Sidoarjo itu mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Siti Hajar, Sidoarjo lantaran diduga keracunan makanan.

Dalam kondisi lemas, korban bercerita tentang peristiwa yang dialaminya. Usai melakukan pawai Budaya pada Sabtu, (26/10) lalu, dengan sejumlah temannya, ia menikmati makan bersama. Salah satu makanannya adalah mie bungkus. “Makan bareng-bareng satu kelas,” terang MDH dengan tangan masih dalam kondisi terinfus.Tidak selang berapa lama, ia merasakan mual dan pusing yang berat. “Pinginnya muntah terus. Badan juga lemas,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, orangtua korban, Rinurani menambahkan, keingintahuan penyebab anaknya muntah-muntah semakin jauh. Kemudian dirinya mempertanyakan kejadian itu ke sejumlah wali murid yang juga sekolah di tempat yang sama. Hasilnya, tidak hanya anaknya, bahkan, disebutnya, sekitar dua puluh orang lebih mengalami gejala yang sama.

“Ada yang dirawat disini (RS Siti Hajar, Red), ada yang di RS lain. Bahkan ada wali murid yang ikut dirawat karena ikut makan mie,” imbuhnya.

Rinurani menambahkan, dari pemeriksaan medis yang dilakukan dokter, hasilnya memang dietahui ada bakteri dalam makanan yang diduga menyebabkan korban mual dan muntah. Setelah kejadian itu, ayah korban juga sudah melapor ke Mapolresta Sidorjo. “Kalau pihak sekolah belum ada yang jenguk kesini,” timpalnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Pucang 1, Sidoarjo Muji Sancoyo mengaku sebelumnya tidak mengetahui jika ada muridnya yang mengalami keracunan. Ia baru dengar dari pedagang mie yang mempertanyakan perihal tersebut.

Ia juga membenarkan jika pihak sekolah pada Sabtu kemarin mengadakan makan bersama. Namun pihak sekolah tidak menyediakan makanan. Makanan dibeli oleh wali murid masing-masing. “Pesan mie 40 bungkus, kalau ikut makan semua berarti ya banyak korbannya,” sebutnya.

Dilain pihak, Kasat Reskrim Poresta Sidoarjo Kompol Ali Purnomo mengaku jika memang sedang menangani laporan kasus tersebut. “Masih lidik,” singkatnya.

Reporter Yudhi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date