Diduga Karena Ini, Toko Elektronik Ludes

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Toko Jawa Indah yang berada di Jalan Hos Cokroaminoto yang menjual barang-barang elektronik milik Yongky Rudihananto (60), warga Jalan Hos Cokroaminoto Nomor 87 B RT 07/RW 02 Kelurahan Jamsaren Kecamatan Pesantren Kota Kediri terbakar, Rabu (5/12) sekitar pukul 19.00 WIB. Beruntung dalam kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 200 juta.

Kasubbag Humas Polresta Kota Kediri, AKP Kamsudi menjelaskan, telah terjadi kebakaran di Jalan Hos Cokroaminoto yang membakar toko elektronik. “Toko tersebut menjual barang – barang elektronik. Sampai saat ini, petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui asal api itu,” jelasnya, saat dikonfirmasi koranmemo.com, Rabu (5/12) malam.

Menurut karyawan toko, Dwi suprianingtyas (37), sebelum api berkobar, dia mencium bau terbakar. Setelah diperiksa, bagian atap (plafon) toko terlihat api sudah menyala. “Sebelum api membesar, saya sempat mencoba memadamkan menggunakan air dari kamar mandi. Tapi tidak berhasil. Api mulai membesar, akhirnya saya mengajak Muniarti (istri pemilik toko) segera ke luar,” tuturnya.

Api yang berkobar, lanjut Dwi, diduga berasal dari korsleting arus listrik. Karena bahan plafon terbuat dari kayu sehingga api cepat merambat ke seluruh bangunan toko. Selain itu, banyak barang elektronik yang mudah terbakar. “Kira – kira api muncul sekitar pukul 19.00 WIB. Dan tiba – tiba api langsung membesar. Saya mencoba berteriak minta tolong, dan ada warga yang menghubungi petugas pemadam kebakaran,” sahutnya.

Sementara itu, Muniarti (80) menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Saat terjadi kebakaran, hanya dia dan Dwi yang berada di dalam toko dengan keadaan toko masih beroperasi. “Kemungkinan kerugian mencapai Rp 200 juta. Tapi saya masih belum yakin. Karena di lantai 2 ada gudang barang elektronik juga,” ucapnya.

Nur Khamid, Kabid Trantibum Satol PP Kota Kediri mengatakan, perlu waktu sekitar satu sampai dua jam untuk memadamkan api. Dan memerlukan 6 mobil pemadam kebakaran.

“Mobil PMK dari Pemkot Kediri kewalahan, akhirnya datang lagi bantuan dari PMK GG. Api masih berkobar, dan datang lagi mobil PMK Kabupaten, disusul dua mobil water canon dari Polres Kediri Kota. Sekarang, petugas masih melakukan pembasahan untuk menghindari muncul kembali titik api,” tandasnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saichu