Diduga Kampanye Pakai APBD, Caleg Nasdem Dilaporkan Bawaslu

Ponorogo, koranmemo.comSunarto (40) Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Ponorogo dari Partai Nasdem dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ponorogo, oleh sejumlah warga yang mengatasnamakan Gerakan Anti Korupsi (Gebrak) Ponorogo, Senin (7/1).

Dengan menggunakan mobil dan sepedah motor, sekitar pukul 09.30 puluhan masa langsung menggelar unjuk rasa di depan kantor Bawaslu Ponorogo di Jalan Trunojoyo Kelurahan Tambakbayan Kecamatan Ponorogo.

Dalam tuntutanya, masa meminta Bawaslu menindak Caleg Nomor urut 5 ini lantaran diduga menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ponorogo dalam melakukan aktifitas kampanye di Daerah Pemilihan (Dapil) Ponorogo 6 ( Sukorejo,Kauman,dan Sampung).

Kordinator Aksi, Tyas Hadi Riyanto mengatakan, kasus ini terungkap setelah surat undangan konsulidasi pemenangan Sunarto dalam Pileg 2019 di Dapil Ponorogo 6 tersebar. Ia menunding  dalam pertemuan Tim Sukses (Timses) Sunarto di rumah Lilik Iriani warga RT 05 Rw 01 Dukuh Sampung Lor Desa/Kecamatan Sampung pada 26 Desember 2018 lalu, Sunarto terindikasi memberikan bantuan Reyog gratis kepada warga Sampung yang diduga bersumber dari dana APBD Tahun 2018.” Jadi dalam selebaran yang kami terima dari warga ada bantuan Reyog gratis disana. Bantuan itu diduga dari dana hasil reses dia (Sunarto.red) saat menjadi dewan,” ujarnya.

Tyas mendesak, Bawaslu tidak tutup mata dan serius mengungkap kasus ini. Pasalnya, ulah oknum partai Nasdem Ponorogo itu tidak sesuai dengan Undang Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum. Dimana dalam pasal 280 ayat (1) huruf J menegaskan, pelaksanaan dan Tim Kampaye pemilu dilarang menjanjikan atau memberi uang atau materi lainnya kepada peserta kampanye.” Usut tuntas. Masa belum apa apa Bawaslu  sudah bilang tidak bisa mengungkap kasus ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Ponorogo Muhamad Syaifulloh, yang menemui perwakilan masa,  berdalih tidak tutup mata dalam kasus ini. Ia mengaku belum menerima data terkait indikasi penggunaan dana APBD dalam aktifitas kampanye Sunarto. ” Itu saya masih belum menerima data tersebut, kalau itu sifatnya jalin aspirasi (reses)  kemarin itu diluar kewenangan kami. Tapi kalau reses di masa kampanye tetap kami awasi, jadi kegiatan reses itu tidak ada kampanye,” dalihnya.

Reporter Zainul Rohman

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date