Diduga Kaburkan Barang Bukti, Traktor Gapoktan Ditukar

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Belum usai penyelidikan yang dilakukan oleh penyidik Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Nganjuk terkait laporan dugaan penjualan traktor roda empat milik Gapoktan Sumber Pangan Desa Begendeng Kecamatan Jatikalen, yang diduga kuat dilakukan oleh Dah, kepala desa setempat, kini traktor tersebut sudah berganti rupa.

“Sewaktu saya dan kawan-kawan main bola di lapangan, kami melihat traktor yang katanya bermasalah itu dinaikkan mobil pikap hitam nopol S 9398 WH dan dibawa keluar desa,” ujar salah seorang pemuda setempat yang enggan disebut namanya, Kamis (1/11/2018).

Usai bermain bola, pemuda ini langsung pulang dan mandi karena akan pergi ke Madiun. Selanjutnya, 3 orang pemuda dengan mengendarai sepeda motor melakukan perjalanan tujuan Madiun.

“Kemarin itu kami lewat Patianrowo. Sesampainya di depan pondok pesantren, kami melihat traktor itu dibawa sopir dan Pak Kamituwo Sudar Suwignyo,” imbuhnya.

Karena penasaran, ketiga pemuda ini membuntuti pikap yang mengangkut traktor tersebut. Ternyata, traktor ini dibawa ke arah barat. Karena ketiganya memang akan ke Madiun, maka terus membuntuti pikap tersebut.

“Kami bertiga terus membuntuti karena penasaran tadi. Ketika sampai di wilayah Padas Ngawi, ada operasi. Pikap itu dihentikan polisi, sementara kami balik arah ke Madiun,” urainya.

Pagi harinya, tiba-tiba traktor itu sudah kembali ke tempatnya semula, yakni dekat rumah Kamituwo Sudar Suwignyo yang juga ketua gapoktan. “Kami penasaran lagi kok traktornya kembali. Setelah kita amati kok tidak sama seperti sebelumnya,” bebernya.

Sayangnya, ketika koranmemo.com hendak mengkonfirmasi Sudar Suwignyo Ketua Gapoktan Sumber Pangan Desa Begendeng Kecamatan Jatikalen, terkait dugaan ditukarnya barang bukti traktor, yang bersangkutan tidak ada di tempat.

Begitu juga saat wartawan ini mencoba mengkonfirmasi Dah, kepala desa setempat di rumahnya, yang bersangkutan juga tidak ada di tempat. “Pak Kades sedang kuliah di Jombang. Beliau naik motor, mungkin sebentar lagi pulang,” kata tetangga sebelah.

Sementara itu, Agus Musonif, SH pelapor kasus dugaan penjualan traktor bantuan milik Gapoktan Sumber Pangan dari Kementrian Pertanian RI melalui Dinas Pertanian (Dispertan) Pemerintah Kabupaten Nganjuk tahun 2016 lalu, menduga pihak terlapor sengaja mengaburkan barang bukti traktor.

Tudingan yang dilontarkan itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, Agus Musonif memiliki data terkait fisik traktor asli hasil sumbangan pemerintah yang diduga dijual oleh Dah, Kepala Desa Begendeng Kecamatan Jatikalen.

“Saya amati, traktor sudah berganti tiga kali. Pertama datang, traktor berwarna merah setrip hijau dan biru. Lalu berubah menjadi merah tanpa setrip, ini berubah lagi dan kayaknya bekas pakai,” bebernya.

Diketahui, Jumat (12/10/2018) lalu, Agus Musonif mendatangi Kejaksaan Negeri Nganjuk untuk melaporkan Dah, Kepala Desa (Kades) Begendeng Kecamatan Jatikalen, yang diduga telah menjual traktor bantuan itu dan mengelabuhinya dengan traktor baru.

Menurutnya, sesuai data dan bukti yang dikantongi, dia merasa yakin bahwa Kades Dah adalah pelaku yang telah menjual traktor roda empat yang bersumber dari dana APBN tahun 2016.

“Semua keterangan yang kami dapatkan, mengarah pada dia sebagai pihak yang menjual traktor milik kelompok tani tersebut,” ujarnya.

Reporter : Muji Hartono

Editor      : Achmad Saichu