Diduga Edarkan Sabu, Dua PL Bersama Kekasihnya Digulung Tim Rajawali 19 Polres Nganjuk

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Dua orang pemandu lagu (PL), bersama dua pemuda yang diduga kekasihnya digulung tim opsnal Satresnarkoba Polres Nganjuk berjuluk Tim Rajawali 19 Polres Nganjuk, Senin (21/9/2020).

Mereka diringkus usai pesta sabu di tempat kos salah satu pemandu lagu karaoke yang juga pelaku, Kelurahan Guyangan Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk. Saat ini keempatnya masih menjalani penyidikan.

Dua pemandu lagu itu adalah, Sriasih alias Sri Tato (33) asal Desa Patranrejo Kecamatan Berbek Kabupaten Nganjuk yang indekos di Guyangan, dan Irawati F alias Cinfy (32) asal Kabupaten Jember yang indekos di wilayah Guyangan.

Selanjutnya, Yudho Prasetyo (25) warga Desa Mojorembun Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk, dan Leo Agus S (28) warga Dusun Morobau Desa Kerepkidul Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk.

Sementara barang bukti yang diamankan dari Sri Tato satu plastik klip berisi sabu berat kotor 0,28 gram dan sebuah ponsel. Sedangkan dari Cindy cs diamankan 3 pipet kaca yang masih ada sisa sabu, alat isap, 2 lembar kertas tisu, 2 buah tas, dan 3 unit ponsel.

Kasubbag Humas Polres Nganjuk Iptu Rony Yunimantara membenarkan pihaknya mengamankan empat pelaku salah guna narkoba jenis sabu, dan diduga sebagai pengedarnya. “Mereka satu jaringan,” ujarnya kepada koranmemo.com, Rabu (23/9/2020).

Rony mengungkapkan, ditangkapnya 4 tersangka berawal dari informasi yang diterima unit opsnal Satresnarkoba Polres Nganjuk terkait peredaran sabu-sabu di sejumlah kafe karaoke yang ada di Kelurahan Guyangan Kecamatan Bagor.

Informasi itu langsung ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Setelah diintai beberapa hari, akhirnya Senin (21/9/2020) sekitar pukul 22.00 WIB, Tim Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk mengamankan Sri Tato di depan rumah kos Kelurahan Guyangan Kecamatan Bagor.

“Sri Tato ditangkap usai melayani pembeli dengan barang bukti satu plastik klip berisi sabu berat kotor 0,28 gram dibungkus tisu yang diselotip, dan sebuah ponsel yang digunakan untuk transaksi,” papar Rony.

Dari hasil interograsi, kata Rony Sri Tato mengaku bahwa sabu tersebut adalah pesanan dari seseorang. Dia juga mengaku jika sabu tersebut diperoleh dengan cara membeli dari Cindy. “Selanjutnya Cindy Ditangkap saat berada di dalam ruang tamu CafĂ© Laras, wilayah Kelurahan Guyangan Kecamatan Bagor,” imbuhnya.

Saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa tas hitam yang di dalamnya berisi 3 buah pipet kaca yang masih ada sisa sabunya, 1 botol yang dilubangi tutupnya, dan 1 buah ponsel. “Cindy ditangkap bersama Yudho dan Leo Agus. Dari penggeledahan dapat disita berupa dua buah ponsel,” kata Rony.

Kepada petugas, Cindy mengaku bahwa sabu yang dijual Sri Tato tersebut memang darinya yang didapat dengan cara membeli dari temannya dari luar Nganjuk, bersama dengan Yudho dan Leo Agus. “Akhirnya, keempat tersangka dan barang bukti diserahkan ke Unit Idik I Satresnarkoba Polres Nganjuk guna proses penyidikan lebih lanjut,” pungkas Kasubbag Humas.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Nganjuk mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan lebih lanjut, untuk mengungkap jaringan di atasnya. “Mereka ini usai ngambil sabu langsung pesta. Lalu salah satu tersangka yakni Sri Tato melayani pembeli,” urainya.

Menurut Pujo, karena lokasi penangkapan di area eks lokalisasi Guyangan, kabar tertangkapnya para pengedar sabu ini terdengar sampai bandarnya. “Bandarnya lari, namun nama dan alamat sudah ada pada kami. Saat ini masih dalam pengejaran,” tukasnya.

Reporter : Muji Hartono
Editor : Achmad Saichu