Diduga Diintervensi, Penerima DAK Pendidikan harus Setor 20%

Share this :

Nganjuk, koranmemo.comPelaksanaan program dari DAK (dana alokasi khusus) pendidikan tahun 2018 kini tengah menjadi sorotan berbagai kalangan. Alokasi dana tersebut diduga mendapat intervensi dari oknum guru maupun oknum di lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, dengan meminta 20 persen dari pagu proyek DAK yang diterima lembaga sekolah penerima program.

Hal itu diungkapkan salah satu kepala sekolah berinisial BU, yang merupakan penerima program DAK pendidikan 2018. Kepada wartawan, ia mengaku pihaknya sempat diintervensi oknum guru dan oknum Dinas Pendidikan setempat, supaya mengkondisikan dana sebesar 20 persen dari pagu proyek DAK yang diterimanya.

Ditengarai langkah itu sebagai upaya pengkondisian ke atasan yang telah mengusahakan untuk memuluskan proyek. “Katanya uang tersebut untuk ‘nyinggek nduwuran’ yang telah mengusahakan agar mendapatkan proyek DAK,” kata BU yang enggan menyebut nama oknum tersebut secara gamblang.

Wartawan koranmemo.com yang memperoleh informasi itupun segera melakukan konfirmasi ke kantor Dinas Pendidikan Nganjuk. Saat ditemui wartawan, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Suroto pun membantah kabar tersebut. Ia mengatakan tidak ada intervensi ke pihak sekolah maupun potongan 20 persen dalam pelaksanaan proyek DAK Pendidikan. “Tidak ada itu, tidak ada intervensi dan tidak ada potongan,” ujarnya.

Disinggung lebih jauh perihal dugaan adanya pelaksanaan proyek DAK pendidikan yang tidak dikerjakan secara swakelola atau diborongkan ke pihak lain oleh pihak sekolah, secara diplomatis Suroto mengatakan jika aturan juklak juknis proyek DAK Pendidikan itu harus swakelola.

“Definisi diborongkan itu yang seperti apa?” ungkapnya dengan nada tanya sembari bergegas meninggalkan kantor.

Sayangnya, koranmemo.com belum berhasil menemui oknum guru maupun salah satu kasi di lingkup Dinas Pendidikan Nganjuk, yang santer dikabarkan menjadi oknum pelaku intervensi 20 persen dana proyek DAK Pendidikan 2018.

Dikonfirmasi terpisah, Drs Sudjito MM, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, mengimbau kepada seluruh lembaga sekolah penerima program DAK pendidikan, agar melaksanakan program tersebut sesuai aturan yang ada. “Kalau sudah melaksanakan sesuai aturan, jangan takut jika diintervensi,” himbaunya.

Reporter Andik Sukaca

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date