Diduga Cemburu, Istri Dianiaya

Share this :

Trenggalek, Koranmemo.com – Entah apa yang ada dalam benak Tulus (38). Warga Kecamatan Panggul itu tega menganiaya istrinya tanpa alasan yang jelas. Penganiayaan itu diduga dipicu saat pasangan suami istri (pasutri) tersebut bepergian dan bertemu teman istri pelaku di sebuah warung es. Diduga cemburu, Tulus langsung menganiaya istrinya Suwarti (27) saat perjalanan pulang.

Kapolres Trenggalek, AKBP Calvijn Simanjuntak mengatakan, akibat penganiayaan itu Suwarti mengalami sejumlah luka di beberapa bagian tubuhnya. Tak terima, korban memilih melaporkan perlakuan tak  suaminya ke polisi. “Kami amankan pelaku tanpa perlawanan,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolres Trenggalek, Kamis (3/10).

Sebelum terjadi kekerasan dalam rumah tangga, pasutri itu pergi dari Kecamatan Dongko. Mereka memutuskan membeli di tengah perjalanan. Tanpa sengaja mereka bertemu Taufik, teman Suwarti. Namun saat bertemu, mereka tidak bertegur sapa hingga mereka memutuskan untuk kembali pulang. “Tidak jadi melanjutkan perjalanan ke tujuan,” kata dia.

Namun di tengah perjalanan mereka terlibat cekcok. Tulus menuduh istrinya bermain serong dengan Taufik. Alasannya saat bertemu mereka tidak bertegur sapa meskipun saling mengenal. Pelaku justru naik pitam saat mendapatkan penjelasan dari Suwarti. “Kemudian pelaku melakukan tindak kekerasan terhadap istrinya,” ujarnya.

Dua kali membenturkan kepala pelaku ke wajah korban rupanya tak membuat Tulus puas. Dia justru semakin menjadi. Bahkan saat korban berupaya melarikan diri saat dianiaya, tepatnya di sekitar rumah korban. “Setelah berhenti, pelaku kembali melakukan kekerasan. Kemudian korban meminta pertolongan ke warga, namun oleh pelaku dikejar dan kembali dianiaya,” jelasnya.

Warga yang mengetahui pertikaian itu mencoba melerai hingga akhirnya emosi pelaku mereda. Kemudian Tulus mengantarkan istrinya ke rumah orang tuanya. Tak terima mendapatkan perlakuan tersebut, Suwarti memilih menempuh jalur hukum. Pelaku terancam pasal 44 ayat 1 subsider pasal 44 ayat 4 UURI nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman maksimal 5 tahun pidana penjara.

Reporter Angga Prasetiya
Editor Achmad Saichu