Didrop dari Luar Daerah, Pengamen Mabuk Miras di Pare Terjaring Satpol PP 

Kediri, koranmemo.com – Di saat Pandemi Covid 19, petugas Satpol PP banyak menemukan pengamen dan anak jalanan yang sedang mabuk oplosan di jalan. Hal ini membuat pengguna jalan semakin was-was kalau-kalau anjal atau pengamen berulah. Minggu (14/6) siang, petugas mengamankan satu pengamen mabuk miras oplosan.

Pengamen ini sering beraksi di jalan Raya Pare – Kandangan. Petugas yang memeriksa tasnya mendapati minuman satu plastik ukuran setengah liter masih tersisa di dalan tas. Di depan petugas pengamen ini mengaku baru beli dan sudah meminumnya. Mengamen sambil mabuk kebiasaannya dan mengaku biar percaya diri.

Agung Joko Retmono Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri mengatakan apapun alasannya kalau mabuk dengan aktivitas di jalan mengganggu ketertiban umum. Terlebih mereka di drop dari luar daerah dan di daerahnya sudah sering berurusan dengan petugas gabungan yang tengah edukasi masyarakat untuk sosialisasi cegah Covid-19.

“Kita bergerak ketika mendapatkan laporan dari warga terkait banyaknya pengamen dan anjal yang mabuk hingga pengguna jalan was-was. Hal inilah yang kita tertibkan dengan maksud tidak membuat onar dan mengganggu ketenangan warga di jalan raya. Jika dibiarkan akan berlarut dan harus ditindak lanjuti,” ujarnya.

Tren anak jalanan dan pengamen mabuk menjadi perhatian tersendiri saat Kabupaten Kediri di tengah Pandemi Covid-19.  Kelompok ini  sangat rentan penularan Covid-19, karena abai terhadap protokol kesehatan dan karakter mereka berkerumun, tempat tinggal tidak tetap (T4) dan tidak menjaga jarak sehingga patut dicermati kelompok ini.

“Saat razia ini kita melakukan pembinaan dan melakukan cek suhu tubuhnya.Kalau ada pengamen dan anjal suhu tubuh 37,5 derajat celcius akan kita serahkan ke Gugas Percepatan Penanganan Covid 19 untuk ditindak lanjuti. Untuk sementara kita titipkan ke dinas sosial Kabupaten Kediri,” imbuhnya.

Reporter Bakti Wijayanto

Editor Achmad Saichu