Didemo, Panitia Pilkades Kertobanyo Akhirnya Mengalah

Share this :

Madiun, Koranmemo.com – Panitia Pilkades (pemilihan kepala desa) Kertobanyon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun akhirnya mengalah memenuhi tuntutan calon kepala desa (Cakades) Sudji yang kalah dalam Pilkades Serentak 16 Oktober 2019. Ini setelah Cakades Sudji beserta puluhan pendukungnya melakukan aksi di Kantor Desa setempat, Kamis (21/11).

“Intinya saat ini, saya mengalah, agar desa kertobanyon kembali kondusif,” ungkap Ketua Panitia Pilkades setempat, Mahfudz Daroini kepada wartawan.

Tuntutan yang disepakati, yakni pelaksanaan Pilkades ulang. Dan hitung ulang mengesahkan surat suara coblos / simetris sebelumnya dinyatakan tidak sah.

Keputusan itu diambil saat musyawarah dan dituangkan dalam berita acara, yang ditanda tangani Panitia Pilkades dengan Cakades Sudji.

Dalam musyawarah, Cakades Nomor urut 2 itu, turut didampingi kuasa hukumnya. Mereka menuntut hitung ulang, karena banyaknya surat suara coblos dinyatakan tidak sah. Setidaknya ada 222 surat suara.

“Kami minta untuk melaksanakan coblos ulang (simetris) sesuai dengan Permendagri No.112 Tahun 2014 dan pilkades ulang,” kata Sudji .

Diketahui, Pilkades Kertobanyon diikuti dua calon. Dari jumlah pemilih sebanyak 1.309 jiwa, cakades No urut 1 Slamet Priyanto menang dengan perolehan 477 suara. Sedangkan Cakades No urut 2 Sudji mendapat 420 suara.

Sebelumnya, pada 13 Nopember 2019, Tim Penyelesaian Perselisihan Pilkades dibentuk Bupati Madiun sudah melakukan fasilitasi. Kendati sudah dijelaskan sesuai regulasi Perbup Madiun 31/2019, namun tidak ada titik temu.

Reporter : Juremi

Editor Achmad Saichu