Didampingi Bupati Kediri, Mentan  Pantau Uji Coba Mesin Pertanian 

Kediri, koranmemo.com – Menteri Pertanian (Mentan) RI Amran Sulaiman bersama Dirjen Kementerian Pertanian, Dirjen Sarpras Teknologi Pertanian dan staf Ahli Pertanian kementerian pertanian, Rabu (9/10), melakukan pantauan langsung uji coba peralatan baru mesin pertanian di Desa Jabon Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri.

Kehadiran Amran Sulaiman didampingi Bupati Kediri dr Hj Haryanti Sutrisno. Bersama menteri pertanian, Bupati Haryanti menyaksikan pola penebaran benih menggunakan drone melalui remot kontrol, mesin tanam padi dengan pola remot control, mesin olah tanah untuk pertanian dan mesin panen padi.

Bupati Kediri mengapresiasi pemberian bantuan alat mesin pertanian ini untuk mempercepat pola tanam padi di Kabupaten Kediri, karena saat ini sangat sulit mendapatkan pekerja untuk melakukan tanam padi dan butuh waktu beberapa hari. Petani milenial tidak mau repot dan mesin olah tanam padi dan drone penebar benih ini solusinya.

“Capaian produk pertanian di Kabupaten Kediri sangat tinggi dan bagian lumbung pertanian di Provinsi Jawa Timur. Potensi pengembangan padi, jagung, mangga podang ,nanas nomor satu di Jawa Timur. Kita juga mengembangkan pertanian organik untuk perkembangan pertanian,”jelasnya.

Ditambahkan Bupati Kediri, diharapkan kedepanya dengan alat teknologi di sektor pertanian di Kabupaten Kediri maju dan berkembang. Petani milenial saat ini tidak mau menanam padi dengan cara jongkok. Dengan modernisasi alat pertanian ini diharapkan semangat petani muda semakin produktif.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan adanya peralatan pertanian modern di era milenial saat ini tak lepas dari besarnya anggaran yang dikucurkan pemerintah di bidang pertanian di Indonesia. Anggaranya sebesar Rp 34 triliun dari APBN dan anggaran untuk di daerah Rp 1 triliun lebih.

“Untuk Jawa Timur untuk alsintan sebanyak 39.000 dan terbesar di Jawa Timur dan di Kabupaten Kediri 642 dan ini akan ditambah lagi. Ini harus difungsikan dengan maksimal agar hasil pertanian di Kabupaten Kediri capaian meningkat. Saat ini sedang surplus di Indonesia dan membuka 6 gudang untuk hasil pertanian,” jelasnya.

Amran menegaskan paling utama adalah anggaran untuk petani dan memangkas anggaran untuk pembelian mobil pejabat di kementerian pertanian, memangkas anggaran seremonial dimanapun dengan bisa digunakan untuk pembelian alat pertanian yang cukup besar dan semua untuk kepentingan kemajuan petani.

“ Mobil menteri yang sudah 11 tahun tidak ganti tetap dipertahankan. 1500 pegawai yang korup dan 750 mafia pertanian sudah dilakukan proses hukum dan ini koordinasi dengan TNI dan Polri. 76 perusahaan besar langsung black list karena permainan harga. Karenanya kepentingan petani dikedepankan dengan peralatan modern,” jelasnya.

Ketahanan pangan menurut Amran adalah terpenting dalam ketahanan negara. Kebutuhann air sangat penting untuk pertanian dan saat ini di Kediri ada sungai Brantas dan bisa dilakukan pengairan pertanian agar maksimal dalam pertanian di Indonesia dan Kediri. Penggunaan air dalam setiap tahun harus terencana.

“  Ekpor pertanian 2014 ekpor pertanian 33 juta ton dan tahun 2019 mencapai 42 juta ton ke negara sahabat. Ini membuktikan kemandirian tingkat produksi pangan di Indonesian yang sur plus.  Karena pangan bagian terdepan dalam memajukan kemandirian bangsa,” ujarnya.

Anang Widodo Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri mengapresiasi apa yang disampaikan Menteri Pertanian. Kebutuhan petani utamanya adalah air dan dukungan ada pemanfaatan lahan dengan baik dengan pola tanam yang benar.

“Kita dukung pernyataan dari menteri pertanian ini. Karenanya kita berusaha terus mencari pola yang bisa untuk peningkatan kualitas produksi pangan di Kabupaten Kediri. Sementara Alsintan untuk kelompok tani dan bukan untuk pribadi. Kami melatih mekanik pertanian sekaligus memiliki bengkel dan ini bagian penunjang produktivitas pertanian di Kabupaten Kediri,” katanya.(adv)

Reporter Bakti Wijayanto

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date