Dicoret KPU, Dua Bacaleg Datangi Panwaslu Sidoarjo

Sidoarjo, koranmemo.com – Mustafat Ridlwan bacaleg (bakal calon legislatif) dari PBB dan Sumi Harsono bacaleg PDIP mendatangi Panitia Pengawasan Pemilihan Umum (Panwaslu) Sidoarjo, Selasa (24/7/2018).

Pasalnya, dua dari tiga bakal calon legislatif (bacaleg) dalam Pileg 2019 tersebut dicoret KPU Sidoarjo. Namun, satu bacaleg lain dari PPPP yang juga dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh KPU tidak nampak hadir.Mustafat Ridlwan dalam kesempatan tersebut mengatakan, hal ini terkait adanya surat berita acara pembatalan bacaleg dari KPU. “Surat itu disampaikan ke partai kemudian diteruskan ke kami. Setelah kami pelajari, kami putuskan melangkah ke Panwas,” jelasnya.

Pria yang diketahui berprofesi sebagai advokad ini menambahkan, pihaknya sudah menjalankan sebagaimana prosedur yang ada. Melapor ke Panwas agar ditindaklanjuti dan sengketa ini bisa diselesaikan sebagaimana ketentuan yang ada.

“KPU terkesan terburu-buru dalam melangkah. Belum selesai proses verifikasi sudah menyatakan pembatalan beberapa bacaleg,” terang pria yang juga sebagai penasihat di partainya tersebut.

Bacaleg nomor 1 di dapil 5 Sidoarjo menjelaskan lebih jauh, menurutnya, surat pencoretan KPU atas nama dirinya berdasar PKPU 20/2018. Namun pihaknya melakukan upaya tersebut berdasar Undang-undang pemilu.

Terkait hal tersebut, Ketua Panwaslu Sidoarjo Muhammad Rosul menyampaikan bahwa Panwas tidak boleh menolak gugatan dari siapapun. “Apakah memenuhi syarat materiil dan formil, kami harus verifikasi terlebih dulu,” jawab Rosul dalam kesempatan yang sama itu.

Prosesnya, nanti, setelah verifikasi bakal dilanjutkan dengan proses mediasi. Jika tidak ada titik temu akan dilanjutkan proses ajudikasi, sidang, hingga ada putusan.

“Proses verifikasi hingga ada putusan membutuhkan waktu selama 12 hari. Kemudian, dilakukan sidang di sini (kantor Panwaslu,red) dengan cara terbuka,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Sidoarjo Muhamad Zainal menyampaikan bahwa berdasar PKPU 20 tahun 2018 pasal 4 ayat 3, parpol tidak boleh menyertakan mantan napi korupsi, narkoba dan kasus anak dalam daftar bacalegnya.

Dengan alasan itu, ada tiga bacaleg yang dicoret dan sudah disampaikan ke partainya. “Ya, ada tiga bacaleg yang masuk kategori tidak memenuhi syarat (TMS). Ketiganya sudah kami sampaikan ke partainya,” kata Zainal.

Diketahui, Nasrullah bacaleg PPP pernah terjerat kasus korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM), Sedangkan Sumi Harsono asal PDIP pernah menjalani hukuman dalam kasus Korupsi APBD tahun 2003 Kabupaten Sidoarjo senilai Rp 21, 4 miliar.

Sedangkan Mustafat Ridlwan bacaleg PBB pernah selama satu tahun menjalani hukuman dalam kasus yang sama dengan 44 orang anggota DPRD Sidoarjo periode 1999-2004, termasuk Sumi Harsono.

Secara keseluruhan, bacaleg yang mendaftar ke KPU dalam Pileg 2019 nanti totalnya 671 orang bacaleg dari 16 partai politik. Dari jumlah itu, selain tiga bacaleg dinyatakan TMS, juga ada sejumlah bacaleg masuk kategori Belum memenuhi Syarat (BMS).

Namun untuk BMS yang hanya kurang dalam hal administrasi seperti ijazah dan kelangkaan lain tidak terlalu dipersoalkan. Yang paling menghangat adalah tiga bacaleg yang dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh KPU karena berstatus mantan napi kasus korupsi.

Reporter Yudhi Ardian

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date