Dibunuh Pacar Sendiri

Nganjuk, koranmemo.com –  Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, akhirnya Satreskrim Polres Nganjuk dapat membekuk Andik Alfianto (19) warga Dusun Selo Desa Sumberkepuh Kecamatan Tanjunganom. Remaja itu merupakan pelaku pembunuh Nur Koni’ah (27) warga RT 02/RW 01 Dusun Sumber Gambir Lor Desa Sonorejo Kecamatan Grogol, Selasa (1/11) sekitar pukul 16.00 WIB. “Pelaku adalah pacar korban yang telah menjalin hubungan selama 6 bulan. Dia kita ringkus di depan pabrik plastik Desa Bangsri Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo,” ujar Kapolres Nganjuk, AKBP Joko Sadono saat jumpa pers, Rabu (2/11) kemarin.

Diungkapkan, setelah dilakukan pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya yang telah membunuh korban dengan cara ditusuk menggunakan pisau. “Karena merasa diduakan oleh korban membuat pelaku cemburu dan nekat membunuh korban dengan cara ditusuk menggunakan pisau,” jelasnya.

Diketahui, jasad korban ditemukan di pinggir sungai Desa Kedungombo Kecamatan Tanjunganom, Rabu malam (26/10) lalu. Saat ditemukan, di dekat jasad korban ada sebilah pisau stainless patah jadi dua. Selain itu, di dekat korban yang belakangan diketahui bernama Nur Koni’ah itu, juga ditemukan sandal merk clara, masker corak macan tutul. Sedangkan pada tubuh korban ditemukan luka tusuk di bagian dada depan sebanyak 7 tusukan, punggung 2 tusukan, dan lengan bahu 1 tusukan. (jie)

Dihabisi Karena Cemburu

Andik Alfianto, pelaku pembunuhan Nur Koni’ah dibekuk Tim Resmob Satreskrim Polres Nganjuk sewaktu pulang kerja di pabrik plastik Desa Bangsri Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo. Pelaku yang sudah lama diintai ini ditangkap tanpa melakukan perlawanan dan langsung digelandang ke Mapolres Nganjuk.

Sebelum merencanakan menghabisi nyawa korban, antara pelaku dan korban memang menjalin hubungan melalui pesan singkat (SMS) selama hampir 6 bulan. “Dari seringnya SMS, akhirnya pelaku dan korban sepakat untuk bertemu. Dalam pertemuan itu, pelaku sempat menggauli korban sebanyak dua kali,” ujar AKP Joko Sadono, Kapolres Nganjuk.

Usai melakukan hubungan layaknya suami istri itu, kata Joko, pelaku melihat korban terlibat percakapan melalui SMS dengan pria lain dan menyebutnya dengan kata sayang serta cinta. Inilah yang membuat pelaku cemburu dan merasa diduakan oleh korban. “Pelaku merasa cintanya dikhianati dan cemburu, hingga dia merencanakan akan membunuh korban,” jelas Kapolres Nganjuk.

Kemudian, pada Senin (24/10) pagi sekitar pukul 07.30 WIB, tersangka menghubungi korban via SMS untuk diajak ketemuan pada hari Rabu (26/10). Saat itu korban menyatakan sanggup. “Korban dijemput tersangka di dekat rumahnya sekitar pukul 18.00 WIB dan dibonceng menggunakan sepeda motor Honda Beat nopol AG 4796 UK untuk diajak ke kafe,” urai Joko Sadono.

Sesampainya di kafe, korban dan tersangka sempat bercumbu sambil minum minuman ringan hingga 2 jam lamanya. Selanjutnya, keduanya meninggalkan kafe menuju pinggir sungai Dusun Bulurejo Desa Kedungombo Kecamatan Tanjunganom. Tepat di bawah pohon, keduanya kembali bercumbu hingga korban lengah. “Saat itulah korban ditusuk punggungnya oleh pelaku dengan pisau yang telah disiapkan sebelumnya, lalu korban menangis dan berpaling untuk melakukan perlawanan,” imbuh AKBP Joko Sadono.

Karena korban melakukan perlawanan, lanjut Joko, tersangka naik pitam dan menikam dada korban sebanyak dua kali. Waktu itu, korban berteriak kesakitan hingga terjatuh ke sawah. “Melihat korban masih berteriak, tersangka menghampirinya dan menikam dada korban sebanyak empat kali,” bebernya.

Setelah itu, tersangka melihat korban mengerang kesakitan sambil mulut mengeluarkan darah. Kemudian tersangka meninggalkan korban dan mengambil tas milik korban, lalu pergi dengan mengendarai sepeda motor. “Tas langsung dibuang ke sungai oleh tersangka dan hanya diambil uang Rp 25 ribu serta handphonnya,” tutur Joko.

Di tengah perjalanan pelariannya, tersangka bertemu dengan 6 orang pemancing. Waktu itu, para pemancing ini menghentikan laju sepeda motor korban untuk menanyakan tentang teriakan seorang perempuan. “Waktu itu tersangka menjawab tidak tahu dan enam orang pemancing itu menemukan korban sudah tak bernyawa,” pungkas Kapolres Nganjuk. (jie)

 

 

Follow Untuk Berita Up to Date